"Stecu Stecu": Lagu Viral dengan Sentuhan Bahasa Timur

  • 11 Apr 2025 20:00 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Lagu berjudul "Stecu Stecu" yang dinyanyikan oleh Faris Adam telah menjadi viral di berbagai platform media sosial. Sejak dirilis pada 5 Maret 2025, lagu ini telah ditonton lebih dari 11 juta kali di YouTube, menarik perhatian banyak pendengar. Keunikan dari lagu ini adalah penggunaan bahasa daerah Indonesia Timur, khususnya dari wilayah Maluku dan Papua, yang membuatnya semakin istimewa di telinga pendengar.

Kata "Stecu" dalam judul lagu ini merupakan singkatan dari "setelan cuek", yang menggambarkan sikap acuh tak acuh atau masa bodoh—istilah gaul yang sering digunakan untuk menunjukkan sikap santai atau "cool". Dalam liriknya, lagu ini mengisahkan dinamika pendekatan (PDKT) dalam hubungan romantis, di mana salah satu pihak sengaja bersikap "stecu" untuk menguji keseriusan pasangan yang sedang didekati. Tema ini sangat dekat dengan pengalaman cinta remaja dan anak muda, yang membuat lagu ini mudah diterima oleh kalangan tersebut.

Fenomena yang digambarkan dalam lagu ini memang sangat relevan dengan kehidupan cinta generasi muda. Sikap "cuek" atau acuh tak acuh dalam pendekatan romantis sering menjadi cara untuk mengukur perhatian dan keseriusan pasangan. Hal ini menjadikan lagu "Stecu Stecu" semakin populer, terlebih bagi para pengguna media sosial yang sering berbagi pengalaman serupa.

Secara linguistik, kata "cuek" berasal dari bahasa prokem atau bahasa gaul yang populer di kalangan anak muda sejak era 1990-an. Kata-kata prokem seperti "cuek", "bokap", "nyokap", "doi", dan "doku" dulu hanya digunakan dalam percakapan tidak baku. Namun, seiring waktu, banyak dari kata-kata tersebut yang telah masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menunjukkan bagaimana bahasa gaul semakin berpengaruh dalam percakapan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Selain menawarkan alunan musik yang enak didengar, lagu "Stecu Stecu" juga memperkenalkan bahasa daerah yang kaya akan nuansa budaya Indonesia Timur. Lagu ini tak hanya menggambarkan dinamika cinta, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan keanekaragaman bahasa di Indonesia. Oleh karena itu, tak mengherankan jika lagu ini cepat menyebar dan mendapat sambutan hangat, terutama dari generasi muda yang mencari lagu dengan lirik yang relevan dengan kehidupan mereka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....