Pahpe Ritual Warga Enggano Yang Tidak Boleh Ditinggalkan

  • 19 Agt 2025 16:11 WIB
  •  Bengkulu

KBRN Bengkulu : Pulau Enggano merupakan satu-satunya pulau terluar yang ada di Provinsi Bengkulu. Pulau yang masuk dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Utara ini memiliki luas sekitar 400,6 km persegi, dengan jumlah penduduk kurang lebih 4.500 jiwa.

Namun siapa sangka pulau yang memiliki 6 desa dan 6 suku ini memiliki berbagai macam tradisi yang tidak pernah di tinggalkan oleh masyarakatnya. Salah satunya tradisi tahunan yakni ritual Pahpe yang dilaksanakan setiap tanggal 18 Agustus.

Pimpinan Kepala Suku Enggano atau PABUKI Milson Kaitora menjelaskan, ritual pahpe hampir sama seperti sedekah bumi. Dimana ritual ini bertujuan untuk nguratarakan rasa syukur masyarakat Enggano akan hasil bumi yang ada di Pulau Enggano.

"Jadi makna dari ritual pahpe ini sebagai wujud rasa syukur atas hasil bumi yang ada di pulau Enggano serta untuk memohon kepada leluhur agar diberikan hasil bumi yang melimpah, serta dihindarkan dari balak,"jelanya

Ritual ini dilaksanakan masyarakat Enggano di Pantai Bak Blaw yang berada di Desa Meok. Dimana dalam ritual ini warga membawa hasil bumi khas Enggano seperti ubi, kelapa, pisang, dan ikan.

Ubi sendiri diolah menjadi ubi tumbuk yang diberi parutan kepala muda dan dibungkus dengan daun, sementara ikan dijadikan olahan ikan. Semua hasil bumi ini nantinya akan digantungkan disebuah kayu yang telah disusun oleh kepala suku dan diberi bendera berwarna putih.

"Ya jadi ini semacam sedekah bumi ya, nah saat ritual ini warga membawa hasil bumi khas enggano dna setelah semuanya di ketakkan pada kayu yang telah dibuat oleh kepala suku barulah ritual Pahpe dimulai,"ungkapnya

Setelah melaksanakan ritual, semua warga termasuk kepala suku yang ikut serta dalam pahpe melaksanakan doa bersama kemudian hasil bumi yang dibawapun di makan bersama-sama. Setelah itu seluruh yang hadir dalam ritual pahpe diharuskan mengikuti tarik tambang menggunakan rotan.

"Kalau orang dulu kan karena memang tidak ada agama jadi memang ritualnya sebagai persembahan kepeda leluhur. Tapi karena zaman sekarang sudah berbeda jadi setelah ritual kita gelar doa bersama dan hasil.bumi yang dibawa tadi kita makan bersama-sama. Untuk dianya yang mimpin muslim,"jelasnya lagi

Menurut kepercayaan warga Enggano pada saat melakukan tarik tambang, jika tali rotan yang putus kearah barat hasil bumi akan melimpah dibagian barat Enggano. Sedangkan jika tali rotan yang putus ke arah timur, maka hasil bumi akan melimpah dibagian timur Pulau Enggano.

Milson berharap ritual pahpe dapat teruS dijaga dan dilestarikan. Sehingga warisan-warisan leluhur yang ada di Pulau Enggano tidak hilang ditelan oleh zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....