Cara Mengolah Sampah Organik Dengan Benar

  • 30 Sep 2024 10:12 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu : Setiap keputusan yang kita buat setiap hari memiliki dampak signifikan terhadap kelestarian lingkungan, salah satunya melalui pengelolaan sampah.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melaporkan bahwa total produksi sampah nasional pada tahun 2020 mencapai 67,8 juta ton. Ini berarti sekitar 185.753 ton sampah dihasilkan setiap hari oleh 270 juta penduduk Indonesia, atau sekitar 0,68 kilogram sampah per orang setiap harinya.

Angka ini jelas bukan berita baik. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenal cara pengolahan sampah yang efektif dan benar demi menyelamatkan lingkungan.

Pentingnya Pengolahan Sampah

Salah satu alasan utama untuk mengelola sampah adalah untuk menjaga kelestarian lingkungan demi kesehatan dan keselamatan manusia.

Dengan populasi yang terus meningkat setiap tahun, jumlah sampah pun bertambah. Kurangnya manajemen sampah yang baik dapat menyebabkan kontaminasi lingkungan dan penyebaran penyakit baru.

Selain itu, pengelolaan sampah yang tepat juga dapat membuka peluang untuk menemukan material bernilai yang dapat digunakan kembali atau dijual. Dalam konteks ini, manajemen sampah yang baik dapat menciptakan peluang bisnis dan membuka lapangan pekerjaan.

Sampah organik dapat diolah dengan berbagai metode, antara lain:

1. Komposting

Sampah organik dapat diubah menjadi kompos melalui berbagai teknik, seperti menggunakan komposter drum, metode Takakura, biopori, losida, atau ember tumpuk.

2. Pembuatan Eco Enzyme

Cairan fermentasi ini bisa diproduksi untuk mengurangi sampah organik yang tidak terkelola. Eco enzyme juga berfungsi sebagai pembersih toilet dan dapur.

3. Daur Ulang

Sampah organik dapat didaur ulang menjadi bahan aktif, biogas, dan produk lain yang lebih bermanfaat.

4. Penggantian Barang

Mengganti barang-barang yang mudah rusak dengan yang lebih tahan lama, seperti menggunakan pakaian ramah lingkungan.

5. Pengurangan Barang Sekali Pakai

Mengurangi penggunaan barang sekali pakai seperti sedotan plastik, kemasan makanan, dan kantong plastik.

Tips Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk:

Pisahkan sampah organik dari non-organik.

Potong sampah organik menjadi bagian kecil.

Campurkan sampah organik dengan kotoran kambing.

Tambahkan larutan gula dan EM4 ke dalam campuran tersebut.

Simpan campuran sampah organik dalam wadah seperti bak penampungan, karung, atau plastik besar.

(*dilansir dari berbagai sumber)


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....