Mengenal Lebih Dekat Dengan Suku Rejang di Bengkulu

  • 30 Sep 2024 10:09 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu : Suku Rejang merupakan salah satu suku terbesar yang mendiami Provinsi Bengkulu. Dipercaya sebagai penduduk asli daerah tersebut, Suku Rejang adalah suku tertua di Bumi Rafflesia. Mereka tersebar di Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, dan Lebong.

Asal Usul dan Sejarah

Masyarakat setempat meyakini bahwa nama Suku Rejang berasal dari Rhe Jang Hyang, seorang nenek moyang yang datang dari Mongolia. Ia dan kelompoknya diduga tiba dan menetap di Bengkulu sekitar 2090 SM, mendirikan perkampungan di Kutai Nuak, Napal Putih, Bengkulu Utara. Sejarah Suku Rejang juga mencatat penderitaan selama penjajahan Belanda pada tahun 1860, setelah Inggris menyerahkan kekuasaan di Bengkulu kepada Belanda pada 6 April 1825. Wilayah tinggal mereka yang terpencil dan dikelilingi bukit barisan membuatnya jarang terpapar penjajahan.

Ciri Khas Suku Rejang

Meskipun terletak di pedalaman, peradaban Suku Rejang sangat maju, dengan sistem pemerintahan yang terorganisir. Dipimpin oleh lima Tuwi Kutei, kepala kutai yang ditentukan berdasarkan garis keturunan. Setiap kutei terdiri dari 10-15 keluarga. Hukum adat yang ketat diterapkan dalam masyarakat mereka, dan mereka menggunakan aksara kaganga sebagai sarana komunikasi, yang merupakan salah satu warisan budaya tertua di Indonesia.

Bahasa Rejang digunakan sehari-hari dengan tiga dialek: Kepahiang, Curup, dan Lebong, yang menunjukkan bahwa mereka termasuk dalam kelompok Melayu Proto. Rumah tradisional mereka, Uemak Potong Jang, memiliki desain khusus dengan atap yang menghadap ke depan dan belakang.

Pakaian Adat

Pakaian adat Suku Rejang, terutama di Rejang Lebong, sering dikenakan dalam acara pernikahan. Mempelai wanita mengenakan pakaian yang dihiasi sulaman emas, sementara mempelai pria menggunakan jas dengan aksesoris emas dan keris.

Tradisi Suku Rejang

Beberapa tradisi penting Suku Rejang di Bengkulu meliputi:

• Bekejai: Upacara perkawinan yang bertujuan untuk mendoakan kebahagiaan dan keberuntungan bagi kedua mempelai.

• Tari Kejei: Kesenian yang ditampilkan pada hajatan besar di komunitas.

• Kedurei Agung: Tradisi yang dimulai dengan doa untuk meminta izin kepada leluhur dan dilanjutkan dengan ritual untuk membuang hal-hal buruk.

• Tari Penyepuma: Tari yang menggambarkan kebiasaan anak perempuan membersihkan rumah.

Suku Rejang juga memiliki pepatah, seperti:

• "Benek Mbeak Temambeak Lengan Mbeak Mapoi", yang berarti jangan menambah beban yang berat dan tidak meremehkan yang ringan.

• "Neak Ipe Bumai Nelat Diba Lenget Jenunjung", yang artinya kita harus menghormati adat istiadat di tempat kita tinggal.

(*dilansir dari berbagai sumber)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....