BPOM-Kemenkum Bengkulu Perkuat Pendampingan UMKM
- 12 Sep 2026 14:57 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu — Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu melakukan kunjungan koordinasi dan silaturahmi ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Bengkulu, Kamis 10 September 2026. Pertemuan tersebut dipimpin Kepala Balai POM di Bengkulu, Kodon Tarigan, dan diterima Kepala Kanwil Kemenkum Bengkulu, Zulhairi, didampingi Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Titik Setiawati.
Koordinasi tersebut membahas penguatan sinergi kedua instansi dalam mendukung pemberdayaan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Bengkulu. Kerja sama diarahkan untuk membantu pelaku UMKM memenuhi persyaratan keamanan, mutu, legalitas, serta perlindungan kekayaan intelektual.
Balai POM di Bengkulu akan memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dalam memenuhi standar keamanan dan mutu produk. Pendampingan juga mencakup fasilitasi proses penerbitan Nomor Izin Edar (NIE) BPOM bagi produk yang memenuhi persyaratan.
Sementara itu, Kanwil Kemenkum Bengkulu memberikan dukungan dari aspek perlindungan Kekayaan Intelektual (KI). Dukungan tersebut antara lain melalui pendampingan pendaftaran merek dan hak cipta untuk melindungi produk maupun identitas usaha UMKM.
Kedua instansi juga membahas rancangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai landasan pelaksanaan program bersama. PKS tersebut diharapkan memperkuat pola pendampingan terpadu sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM di Bengkulu.
Kepala Kanwil Kemenkum Bengkulu, Zulhairi, menyambut baik rencana kolaborasi dengan Balai POM di Bengkulu. Menurutnya, sinergi pemenuhan standar keamanan dan mutu produk dengan perlindungan KI dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar.
Melalui koordinasi tersebut, Balai POM di Bengkulu dan Kanwil Kemenkum Bengkulu berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendampingi pelaku UMKM. Sinergi ini diharapkan mendorong semakin banyak produk UMKM yang aman, bermutu, memiliki legalitas, terlindungi secara hukum, dan berdaya saing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....