Kerajinan Janur Pernikahan Beralih dari Bahan Alam ke Bahan sintetis
- 31 Agt 2026 15:42 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kerajinan janur yang menjadi salah satu hiasan khas dalam tradisi pernikahan kini mengalami perkembangan dari segi bahan pembuatannya. Jika dahulu masyarakat memanfaatkan bahan alam seperti pelepah pisang dan daun muda pohon kelapa, kini pengrajin menggunakan bahan yang lebih modern seperti bambu, kawat, tali, kertas bahan sintetis, serta lem.
Salah satu pengrajin janur pernikahan, Darsin, warga Jalan Kebun Tebeng, Kota Bengkulu, telah menekuni usaha pembuatan janur selama satu tahun dengan proses pengerjaan secara manual yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan keterampilan agar menghasilkan kerajinan yang rapi serta menarik untuk digunakan sebagai hiasan dalam acara pernikahan. Darsin mengaku membuat janur secara rutin tanpa menunggu pesanan, sehingga selalu memiliki persediaan ketika ada masyarakat yang membutuhkan, sementara untuk menyelesaikan satu buah kerajinan janur dibutuhkan waktu sekitar dua hari, tergantung pada ukuran dan tingkat kesulitan bentuk yang dibuat.
Menurut Darsin, permintaan janur pernikahan biasanya mengalami peningkatan, terutama setelah Hari Raya Idulfitri dan Idul Adha yang menjadi salah satu waktu ramai masyarakat menggelar acara pernikahan. Janur yang dibuatnya dapat disewa selama acara berlangsung dengan harga Rp100 ribu, sementara untuk pembelian satu buah kerajinan janur dibanderol sekitar Rp300 ribu.
“Biasanya udah lebaran idul fitri dan lebaran idul adha orang pada nikahan. Kalau dijual 300 ribu untuk di sewa cuman 100 ribu," kata Darsin.
Sementara itu salah satu penyewa janur pernikahan, Poppy, warga jalan Danau Panorama Kota Bengkulu, mengatakan, saat ini masyarakat lebih banyak memilih menyewa janur kuning karena dinilai lebih praktis dan menghemat waktu di tengah banyaknya persiapan pernikahan. Menurutnya, kebiasaan membuat janur secara bergotong royong mulai berkurang karena kesibukan masyarakat dan keterbatasan keterampilan dalam membuatnya.
“Karena lebih praktis dan juga menghemat waktu terutama karena persiapan pernikahan cukup banyak. Selain itu saat ini tidak semua orang memiliki keterampiran untuk membuat janur pernikahan,” ujarnya.
Jelas Poppy, kerajinan janur masih banyak digunakan dalam acara pernikahan hingga saat ini karena sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat. Harapannya kerajinan janur pernikahan dapat terus diminati masyarakat meskipun saat ini semakin banyak pilihan dekorasi pernikahan modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....