47 Tahun Bertahan, Rasno Rawat Usaha Sapu Warisan Orang Tua
- 10 Agt 2026 15:38 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Usaha kerajinan sapu Karya Kreatif milik Rasno Sukarno (67) masih bertahan hingga kini setelah dirintis sejak 1979. Bersama istrinya, Rasno menjalankan usaha tersebut dari tokonya di Jalan Mayjen Sutoyo No. 7, Kelurahan Tanah Patah, Kota Bengkulu.
Usaha ini bermula dari orang tua Rasno yang merupakan perantau dan membuat kerajinan sapu sebagai mata pencaharian. Setelah orang tuanya tidak lagi menjalankan usaha tersebut, Rasno meneruskannya hingga menjadi usaha keluarga yang bertahan selama puluhan tahun.
"Dulu kebetulan kan orang tua perantau, bikin itu. Terus karena udah enggak ada, dilanjutkan sama anaknya, meneruskan," tutur Rasno, Senin 10 Agustus 2026.
Perjalanan usaha Karya Kreatif cukup panjang sebelum menetap di Tanah Patah. Usaha tersebut pertama kali dijalankan di kawasan depan Kampus Unihaz pada 1979, kemudian pindah ke belakang Kantor Telkom pada 1980 dan menempati lokasi sekarang sejak 1983.
Sapu lidi menjadi salah satu produk utama yang masih dibuat langsung oleh Rasno dengan keterampilan tangan. Selain sapu lidi, tokonya juga menyediakan berbagai kerajinan berbahan bambu, rotan, kayu dan sapu ijuk.
Bahan baku kerajinan diperoleh dari sejumlah daerah di Bengkulu dan didatangkan dari luar daerah. Beberapa pasokan berasal dari Palembang, Lubuklinggau hingga Pulau Jawa.
Harga sapu lidi yang dibuat Rasno berkisar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per buah, tergantung ketebalan dan tingkat kerumitannya. Sementara sapu ijuk dijual dengan harga sekitar Rp25 ribu hingga Rp50 ribu per buah.
Seiring bertambahnya usia, Rasno tidak lagi menjalankan pola pemasaran seperti ketika masih muda. Jika dahulu ia memiliki sejumlah karyawan yang menawarkan produk dari rumah ke rumah, kini penjualan dilakukan dari toko dengan melayani pembeli maupun pedagang yang datang mengambil barang untuk dijual kembali.
"Kalau dulu waktu masih muda-muda ya banyak karyawan yang memasarkan. Seiring perjalanan waktu, tenaga, umur, udah enggak ini lagi," kata Rasno.
Bagi Rasno, membuat kerajinan kini bukan semata soal mengejar keuntungan. Ia tetap memproduksi sapu sambil menunggu pembeli sebagai kegiatan sehari-hari agar tetap produktif di usia lanjut.
"Prinsipnya di masa tua itu ada kegiatan, sambil nunggu orang beli kita sambil bikin. Sejalannya aja untuk mengisi waktu biar enggak stres," ujarnya.
Memasuki usia 67 tahun, Rasno mengaku tidak lagi menetapkan target omzet maupun keuntungan dalam menjalankan Karya Kreatif. Baginya, usaha tersebut cukup terus berjalan, produk tetap dibuat dan hasil kerajinan masih bisa diterima pasar.
"Bagi kami enggak ada hitungan pemasokan, omset, untung rugi, enggak ada diperhitungkan. Yang penting kita usaha, produksi, laku di pasaran, itu aja," katanya.
Setelah lebih dari empat dekade, Karya Kreatif tetap menjadi bagian dari usaha kerajinan tradisional yang bertahan di tengah perubahan zaman. Rasno pun tidak memasang harapan besar selain menjaga usaha tersebut tetap berjalan selama masih mampu memproduksi dan melayani pembeli.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....