Kopi Fine Robusta dan Specialty Arabika Kian Diminati Masyarakat
- 24 Jun 2026 15:41 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Tren penikmat kopi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir disebut mengalami peningkatan, tidak hanya dari jumlah konsumennya, tetapi juga dari pemahaman terhadap kualitas kopi. Penikmat kopi kini dinilai semakin mengenal karakter dan cita rasa kopi berkualitas.
Pemilik Kopi Chi Nho Nha, Bernard Mateus Suliawan, mengungkapkan bahwa tren kopi sejak tahun 2020 hingga 2025 menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Menurutnya, minat masyarakat telah bergeser ke kopi dengan kualitas lebih tinggi, seperti fine robusta dan specialty arabika.
"Kalau dilihat, trendnya itu sudah naik. Dari tahun 2020 hingga 2025, level kopi sudah naik ke fine robusta, sama specialty arabika," kata Bernard.
Bernard menyebutkan, Indonesia saat ini sudah mulai memahami ciri-ciri kopi yang baik. "Masyarakat Indonesia sudah tau kopi yang bagus itu bagaimana," ungkapnya.
Meski demikian, preferensi masyarakat di sejumlah daerah, termasuk Bengkulu, masih didominasi oleh jenis kopi robusta. "Tapi kalau untuk kita disini, antara robusta sama arabika itu masih banyak robusta," kata Bernard.
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa kopi identik dengan rasa pahit, berwarna hitam, dan dapat menyebabkan gangguan lambung. Padahal menurut Bernard, kopi yang diproses secara tepat dapat menghasilkan cita rasa yang berbeda dan lebih ramah untuk dinikmati.
"Karena kalau bicara tentang kopi, ada yang beranggapan kopi itu pahit, hitam, dan bikin sakit lambung. Namun jika diolah dengan benar, ada kopi yang tidak hitam, tidak pahit dan tidak membuat sakit lambung," ungkap Bernard.
Bernard menerangkan bahwa kopi yang diolah dengan benar tidak selalu berwarna hitam dan memiliki rasa pahit. Ia juga menyebutkan bahwa proses pengolahan yang baik dapat menghasilkan kopi yang tidak menimbulkan keluhan pada lambung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....