Festival Tabut 2026, Stand UMKM Kanwil DJPb Bengkulu Catat Omzet Rp3 Juta Sehari
- 24 Jun 2026 11:38 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Partisipasi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu dalam mendukung pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada Festival Tabut 2026 mendapat respons positif dari masyarakat. Sejak dibuka pada 16 Juni lalu, stand UMKM Kanwil DJPb mampu mencatatkan rata-rata omzet penjualan lebih dari Rp3 juta per hari.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, M. Irfan Surya Wardhana, mengatakan keikutsertaan dalam Festival Tabut tidak hanya bertujuan mempromosikan produk lokal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan UMKM daerah. Terdapat 23 pelaku UMKM yang mendaftar untuk berpartisipasi dalam stand tersebut, terdiri dari dua UMKM binaan dan 21 UMKM mitra.
"Festival Tabut menjadi momentum yang baik untuk memperluas akses pemasaran UMKM. Antusiasme masyarakat cukup tinggi dan ini terlihat dari capaian penjualan yang terus meningkat selama pelaksanaan kegiatan," kata Irfan saat meninjau stand UMKM DJPb di kawasan Festival Tabut, Selasa 23 Juni 2026.
Untuk memberikan kesempatan yang merata, Kanwil DJPb menyediakan empat meja pameran yang digunakan secara bergiliran oleh para pelaku usaha. Pola operasional stand juga menerapkan sistem rotasi atau shift.
UMKM binaan mengisi stand sepanjang hari, sementara UMKM mitra mendapat jadwal bergantian pada sesi siang dan malam. Berbagai produk unggulan khas Bengkulu ditampilkan dalam pameran mulai dari kuliner kemasan seperti kacang tojin, sirup kalamansi, jahe bubuk, kue tat, kopi khas Bengkulu, hingga produk kerajinan seperti batik besurek, kerajinan rajut, manik akrilik, kerajinan kawat bulu, dan tas berbahan daur ulang.
Irfan menjelaskan, selain menjadi sarana pemasaran produk lokal, stand Kanwil DJPb juga dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai tugas dan fungsi DJPb sebagai pengelola perbendaharaan negara di daerah. "Kami ingin kehadiran DJPb di tengah masyarakat tidak hanya dikenal dari sisi pengelolaan keuangan negara, tetapi juga melalui dukungan nyata terhadap pengembangan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM," ujarnya.
Ia berharap masyarakat terus memanfaatkan momentum Festival Tabut untuk mendukung produk-produk lokal Bengkulu. Dengan meningkatnya transaksi dan promosi yang lebih luas, UMKM diharapkan semakin berkembang dan mampu meningkatkan daya saing di pasar yang lebih besar.
Festival Tabut 2026 sendiri masih berlangsung hingga 26 Juni 2026. Gelaran Festival yang masuk dalam Karisma Event Nusantara ini menjadi salah satu ajang yang dimanfaatkan berbagai instansi untuk mendukung promosi ekonomi kreatif serta produk unggulan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....