Kerajinan Kulit Lantung Bengkulu Warisan Budaya Bernilai Tinggi

  • 24 Feb 2025 08:37 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu : Bengkulu tidak hanya dikenal dengan keindahan alam dan batiknya, tetapi juga memiliki kerajinan khas yang unik, yaitu kerajinan kulit lantung. Kulit lantung adalah kulit kayu dari pohon terap (Artocarpus elasticus) yang diolah secara tradisional hingga menjadi lembaran kain alami. Kerajinan ini telah ada sejak zaman dahulu dan hingga kini terus berkembang sebagai salah satu identitas budaya Bengkulu.

Sejarah dan Asal-usul Kerajinan Kulit Lantung

Kerajinan kulit lantung telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bengkulu sejak ratusan tahun lalu. Dahulu, suku-suku asli di Bengkulu, seperti Suku Rejang dan Serawai, menggunakan kulit lantung sebagai bahan utama pakaian adat. Seiring waktu, penggunaan kulit lantung semakin beragam dan kini sering dijadikan bahan untuk berbagai produk kerajinan tangan yang bernilai seni tinggi.

Proses pembuatan kulit lantung masih mempertahankan cara tradisional. Kulit pohon terap dikupas, kemudian direndam dan dipukul hingga teksturnya menjadi lebih lentur dan halus. Setelah itu, kulit ini dikeringkan di bawah sinar matahari hingga siap digunakan sebagai bahan utama dalam berbagai kerajinan.

Produk Kerajinan Kulit Lantung

Saat ini, kulit lantung tidak hanya digunakan sebagai pakaian adat, tetapi juga dimanfaatkan untuk berbagai produk kreatif, seperti:

Tas dan Dompet – Produk ini menjadi favorit karena tampilannya yang unik dan bernuansa etnik. Banyak wisatawan yang tertarik membeli tas kulit lantung sebagai suvenir khas Bengkulu.

Kotak dan Bingkai Foto – Kerajinan ini banyak diminati karena desainnya yang eksklusif dan memiliki nilai estetika tinggi.

Aksesoris dan Hiasan Rumah – Kulit lantung juga diolah menjadi berbagai aksesoris seperti gelang, kalung, dan pajangan dinding yang memiliki nilai seni khas daerah.

Buku dan Cinderamata – Kulit lantung sering digunakan sebagai sampul buku dan cinderamata eksklusif yang mencerminkan budaya Bengkulu.

Upaya Pelestarian dan Promosi

Meskipun memiliki nilai budaya yang tinggi, kerajinan kulit lantung sempat mengalami penurunan karena terbatasnya bahan baku dan regenerasi pengrajin yang minim. Namun, saat ini pemerintah daerah dan komunitas pengrajin terus berupaya melestarikan budaya ini dengan memberikan pelatihan serta mempromosikan produk kulit lantung ke pasar yang lebih luas.

Dengan keunikan dan nilai sejarahnya, kerajinan kulit lantung menjadi kebanggaan masyarakat Bengkulu. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar kerajinan tradisional ini tetap lestari dan semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....