Emas Antam Turun Tajam, Investor Disarankan Beli Bertahap

  • 18 Jun 2026 13:55 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Penurunan harga emas di pasar spot global dipicu oleh sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), yang mengisyaratkan potensi kenaikan suku bunga acuan di masa mendatang. Selain faktor kebijakan moneter luar negeri, tekanan jual akibat aksi ambil untung (profit taking) oleh para investor setelah penguatan beruntun turut mempercepat kejatuhan harga komoditas safe haven ini.

Situasi perdagangan emas domestik akhir-akhir ini juga diwarnai oleh peningkatan aktivitas transaksi di masyarakat tengah tahun. Pergerakan pasar ini bertepatan dengan momentum menjelang libur sekolah serta persiapan memasuki tahun ajaran baru, di mana banyak keluarga mulai mencairkan aset untuk memenuhi kebutuhan dana pendidikan.

Merujuk pada informasi resmi Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Kamis, 18 Juni 2026, harga acuan emas di Indonesia mencatatkan koreksi yang cukup tajam. Harga beli emas batangan tersebut dilaporkan anjlok sebesar Rp30.000 dari posisi perdagangan hari sebelumnya.

Akibat penurunan signifikan tersebut, harga emas batangan pecahan satu gram kini dibanderol pada level Rp2.703.000. Kendati mengalami penurunan yang cukup dalam, nilai komoditas berharga ini terpantau masih mampu bertahan di atas psikologis level Rp2,7 juta per gram.

Kondisi penurunan yang jauh lebih drastis justru terjadi pada harga pembelian kembali (buyback) oleh pihak produsen resmi. Pada hari yang sama, harga buyback tercatat mengalami kemerosotan hingga mencapai Rp39.000 per gram.

Laju penurunan ini menempatkan harga jual kembali emas Antam berada di posisi Rp2.475.000 per gram. Perbedaan nominal penurunan antara harga beli dan harga buyback ini secara otomatis membuat jarak selisih harga (spread) di pasar domestik menjadi semakin melebar.

Melihat kondisi dinamika perekonomian global dan domestik saat ini, para pengamat menyarankan masyarakat untuk tetap bijak dalam mengelola portofolio investasi mereka. Bagi masyarakat yang mendesak membutuhkan likuiditas tinggi untuk dana sekolah, pencairan emas memang menjadi pilihan logis dan cepat.

Namun bagi investor yang memiliki modal menganggur, penurunan harga saat ini dinilai dapat menjadi momentum menarik untuk melakukan akumulasi pembelian. Investor disarankan memanfaatkan strategi dollar cost averaging atau membeli secara bertahap demi mendapatkan harga rata-rata yang optimal.

Secara keseluruhan, emas tetap menjadi insturnen lindung nilai yang sangat ideal untuk jangka panjang di tengah ketidakpastian ekonomi makro. Dalam kondisi pasar yang fluktuatif, diversifikasi aset ke dalam logam mulia sangat disarankan guna menjaga stabilitas kekayaan dari gerusan inflasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....