Kick Off PINISI 2026 Dorong Investasi dan Pembiayaan Nasional

  • 28 Apr 2026 07:37 WIB
  •  Bengkulu
Poin Utama
  • BI bersama Pemerintah, otoritas terkait, perbankan, investor, dan pelaku usaha terus mempererat langkah bersama dalam memperkuat optimisme, mempercepat penyaluran pembiayaan ke sektor riil, serta mengatasi berbagai hambatan intermediasi.
  • Salah satunya melalui Kick off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI 2026).
  • BI bersama Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmen untuk mempercepat intermediasi dan mendorong investasi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional berkelanjutan yang memerlukan dukungan investasi dan kapasitas pembiayaan memadai. Salah satunya melalui Kick off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI 2026) yang diselenggarakan di Bank Indonesia (BI), Jakarta pada 27 April 2026.

Kick off dilakukan oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Turut hadir pada para pimpinan dari Kementerian Keuangan, Kementerian terkait lainnya, Danantara, Pelaku Usaha, investor domestik serta investor global dari berbagai negara.

Dari Siaran Persnya, BI bersama Pemerintah, otoritas terkait, perbankan, investor, dan pelaku usaha terus mempererat langkah bersama dalam memperkuat optimisme, mempercepat penyaluran pembiayaan ke sektor riil, serta mengatasi berbagai hambatan intermediasi. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan perekonomian Indonesia perlu terus didorong berbasis permintaan domestik di tengah kondisi global yang tidak kondusif.

Berbagai tantangan utama yang perlu direspons, yakni membangkitkan kepercayaan pelaku usaha dan mempertemukan pembiayaan dengan proyek prioritas nasional. Selain itu, memperkuat mesin pertumbuhan domestik dan kapasitas pembiayaan, serta memastikan kebijakan yang telah ditempuh dapat ditransmisikan secara efektif ke aktivitas ekonomi.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyoroti peran sektor keuangan dalam pembangunan. Kredit harus tumbuh sehat dan menjangkau UMKM serta sektor bernilai tambah.

BI memperkuat bauran kebijakan, termasuk kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan kredit dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. Hal ini guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 sebesar 4,9–5,7% dan terus tumbuh meningkat.

Seperti halnya kredit perbankan menunjukkan peningkatan positif pada Maret 2026. Pertumbuhan sebesar 9,49% (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Rangkaian kegiatan PINISI 2026 berlangsung dua hari, 27-28 April 2026 dengan dialog kebijakan dan business matching program prioritas Pemerintah dan perbankan.. BI bersama Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmen untuk mempercepat intermediasi dan mendorong investasi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....