Saldo M-Banking Tiba-Tiba Hilang, Kok Bisa?
- 14 Sep 2026 05:05 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Saldo rekening yang tiba-tiba berkurang tentu bikin panik, apalagi jika pemilik rekening merasa tidak pernah melakukan transaksi tersebut. Dalam beberapa kasus, pelaku mendapatkan akses bukan dengan membobol sistem bank, tetapi dengan menipu korban agar menyerahkan informasi penting.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai phishing, salah satunya melalui tautan atau situs palsu yang dibuat menyerupai layanan resmi. Korban dapat diarahkan untuk memasukkan username, password, PIN, nomor kartu, atau kode OTP yang kemudian dimanfaatkan pelaku.
Modus lain menggunakan file atau aplikasi berbahaya yang dikirim melalui pesan singkat. File tersebut bisa menyamar sebagai undangan, resi pengiriman, surat pemberitahuan, atau dokumen lainnya, sehingga korban tanpa sadar memasang aplikasi yang dapat membahayakan keamanan perangkat dan data pribadi.
Pelaku juga bisa menghubungi korban dengan mengaku sebagai petugas bank, kurir, atau pihak lain yang dipercaya. Mereka biasanya menciptakan situasi mendesak agar korban panik dan memberikan kode OTP, PIN, password, atau mengikuti instruksi tertentu.
OJK menegaskan bahwa data rahasia seperti PIN, password, dan OTP tidak boleh diberikan kepada pihak lain. Karena itu, jangan mengeklik tautan mencurigakan atau memasang aplikasi yang dikirim melalui pesan dari sumber yang tidak dikenal.
Jika menemukan transaksi yang tidak dikenali, segera hubungi layanan resmi bank untuk mengamankan rekening. Masyarakat juga dapat melaporkan penipuan transaksi ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), yang dibentuk untuk membantu mempercepat penanganan laporan penipuan transaksi keuangan.
Sumber: OJK, Bank Indonesia, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....