Biar Tak Boros, Terapkan Aturan “Tunda 24 Jam” sebelum Belanja

  • 26 Agt 2026 17:39 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Promo besar, diskon terbatas, dan notifikasi belanja di ponsel sering membuat seseorang merasa harus segera membeli sesuatu. Padahal, tidak semua barang yang menarik perhatian saat itu benar-benar dibutuhkan.

Salah satu cara sederhana untuk mengendalikan kebiasaan tersebut adalah menerapkan aturan “tunda 24 jam” sebelum membeli barang yang tidak bersifat mendesak. Caranya, masukkan barang ke keranjang belanja tetapi jangan langsung melakukan pembayaran, lalu beri waktu satu hari untuk mempertimbangkan kembali.

Lea Clothier, behavioural money coach sekaligus mantan penasihat keuangan, merekomendasikan jeda 24 jam untuk pembelian non-esensial. Menurut Clothier, jeda tersebut dapat membantu seseorang keluar dari dorongan emosional dan menilai kembali apakah barang yang ingin dibeli memang benar-benar diperlukan.

Clothier juga mengingatkan bahwa aktivitas belanja terkadang digunakan seseorang untuk mengatur emosi, misalnya ketika sedang stres, bosan, atau membutuhkan rasa nyaman sesaat. Karena itu, sebelum menekan tombol pembayaran, seseorang dapat bertanya kepada diri sendiri apa yang sedang dirasakan dan apakah barang tersebut masih akan dianggap penting seminggu atau sebulan kemudian.

Aturan ini juga bisa diterapkan ketika berhadapan dengan promosi yang menciptakan rasa terburu-buru, seperti tulisan “stok terbatas” atau “promo berakhir malam ini”. Dengan menunda pembelian, keputusan tidak lagi sepenuhnya dipengaruhi rasa takut kehilangan kesempatan atau dorongan untuk segera mendapatkan barang.

Agar lebih efektif, manfaatkan 24 jam tersebut untuk mengecek saldo, membandingkan harga, melihat kembali anggaran bulanan, dan memastikan barang tersebut memang memiliki fungsi yang jelas. Jika setelah satu hari barang itu masih dibutuhkan dan pembeliannya tidak mengganggu kebutuhan utama maupun target keuangan, keputusan membeli dapat dilakukan dengan lebih sadar.

Aturan 24 jam bukan berarti seseorang harus berhenti menikmati hasil kerja atau tidak boleh membeli barang yang disukai. Tujuannya sederhana, yaitu memberi jarak antara keinginan dan keputusan agar uang yang keluar benar-benar digunakan untuk sesuatu yang memang bernilai bagi kehidupan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....