Tren Belanja Impulsif saat Live Shopping, Bagaimana Cara Mengendalikannya?

  • 29 Jun 2026 12:19 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Fitur live shopping di berbagai platform e-commerce semakin diminati masyarakat karena menawarkan pengalaman berbelanja yang interaktif, promo menarik, dan potongan harga dalam waktu terbatas. Namun, di balik kemudahan tersebut, konsumen perlu mewaspadai munculnya perilaku belanja impulsif yang dapat memengaruhi kondisi keuangan.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), belanja impulsif merupakan perilaku membeli barang secara spontan tanpa perencanaan yang matang. OJK mengingatkan bahwa kemudahan transaksi digital, promo, dan diskon dapat mendorong seseorang berbelanja berdasarkan keinginan, bukan kebutuhan, sehingga penting menerapkan prinsip literasi keuangan dalam setiap keputusan pembelian.

Dosen pemasaran dari Universitas Gadjah Mada, Prof. Basu Swastha, menjelaskan bahwa keputusan membeli tidak hanya dipengaruhi kebutuhan, tetapi juga faktor psikologis, emosi, dan strategi pemasaran. Dalam konsep perilaku konsumen, promosi yang menciptakan kesan "terbatas" atau limited time offer dapat meningkatkan dorongan membeli secara spontan.

Sementara itu, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Journal of Retailing and Consumer Services menunjukkan bahwa interaksi langsung antara penjual dan pembeli selama live shopping mampu meningkatkan keterlibatan konsumen. Faktor seperti demonstrasi produk secara langsung, komunikasi real-time, dan penawaran eksklusif menjadi pemicu utama munculnya pembelian impulsif.

Menurut OJK, salah satu cara mengendalikan belanja impulsif adalah dengan menyusun anggaran bulanan serta membuat daftar kebutuhan sebelum membuka aplikasi belanja. Masyarakat juga disarankan memberikan jeda waktu sebelum memutuskan membeli suatu produk agar dapat mempertimbangkan manfaat dan kemampuan finansial secara lebih rasional.

Perencana Keuangan Bersertifikat, Melvin Mumpuni, mengatakan diskon besar bukan berarti seseorang benar-benar berhemat apabila barang yang dibeli tidak termasuk kebutuhan. Ia menyarankan masyarakat menerapkan prinsip "beli karena butuh, bukan karena murah" agar kondisi keuangan tetap terjaga meskipun sering bertransaksi secara digital.

Di tengah pesatnya perkembangan perdagangan elektronik, live shopping dapat menjadi sarana yang memudahkan masyarakat memperoleh berbagai kebutuhan. Namun, kemampuan mengendalikan diri dan menerapkan literasi keuangan tetap menjadi kunci agar kemudahan berbelanja tidak berubah menjadi kebiasaan konsumtif yang berdampak pada kesehatan finansial.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....