OJK Pastikan Kinerja Industri Perbankan Tetap Solid

  • 25 Mar 2026 11:59 WIB
  •  Bengkulu
Poin Utama
  • OJK menyatakan kinerja industri perbankan hingga kini menunjukkan pertumbuhan yang positif.
  • Di tengah ketidakpastian global, Himbara tetap menjalankan fungsi intermediasi secara stabil.
  • OJK menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap industri perbankan dengan penerapan prinsip kehati-hatian.

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, mengatakan kondisi perbankan nasional tetap solid. Kinerja industri perbankan hingga kini menunjukkan pertumbuhan yang positif.

Dari Siaran Pers OJK pada 25 Maret 2026, Dian menanggapi revisi outlook negatif terhadap bank besar Indonesia oleh Moody's dan Fitch Ratings. Menurut Dian, revisi tersebut bukan disebabkan faktor fundamental kinerja perbankan.

Dian menjelaskan perubahan outlook dipicu revisi peringkat kredit sovereign Indonesia. Perubahan ini memengaruhi persepsi risiko sektor perbankan dan dipengaruhi dinamika global.

Secara umum, peringkat institusi dalam suatu negara mengikuti atau lebih rendah dari peringkat sovereign. Hal ini menjadi faktor utama dalam penilaian lembaga pemeringkat internasional.

Dian menyebut industri perbankan tetap positif dengan pertumbuhan kredit Januari 2026 sebesar 9,96 persen. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga mencapai 13,48 persen secara tahunan.

Kualitas kredit terjaga dengan rasio kredit bermasalah sebesar 2,14 persen. Permodalan kuat dan likuiditas berada jauh di atas ambang batas ketentuan.

Kinerja bank besar, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dinilai tetap kuat secara fundamental. Rasio permodalan dan likuiditas memadai untuk menghadapi berbagai risiko.

Pertumbuhan kredit Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 dan Himbara tercatat mencapai dua digit. Masing-masing tumbuh sebesar 13,34 persen dan 13,43 persen.

Dari sisi pendanaan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga menunjukkan kepercayaan masyarakat tetap tinggi. Likuiditas perbankan juga terjaga dalam kondisi sangat baik.

Ketahanan permodalan tercermin dari rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) Himbara sebesar 20,32 persen. Sementara CAR KBMI 4 berada pada level 22,33 persen.

Kualitas aset perbankan juga terjaga dengan rasio NPL pada kisaran rendah. Hal ini didukung penerapan manajemen risiko yang prudent.

Sepanjang 2025, bank KBMI 4 dan Himbara mencatatkan laba yang baik. Kinerja ini mencerminkan keseimbangan pertumbuhan dan efisiensi operasional.

Di tengah ketidakpastian global, Himbara tetap menjalankan fungsi intermediasi secara stabil. Peran strategisnya mendukung pembiayaan sektor riil terus berlanjut.

OJK menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap industri perbankan. Pengawasan dilakukan untuk memastikan penerapan prinsip kehati-hatian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....