OJK Perkuat Peran Pasar Modal Indonesia
- 03 Jan 2026 11:11 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pasar modal Indonesia untuk semakin berperan strategis dalam mendukung agenda prioritas pemerintah. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan integritas pasar, pendalaman likuiditas, penguatan basis investor institusi, serta percepatan pembangunan ekosistem bursa karbon yang kredibel dan berstandar internasional.
Dikutip dari Siaran Pers OJK pada (2/1/2026), Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya pada Pembukaan Perdagangan Perdana Bursa Efek Indonesia Tahun 2026 di Gedung BEI. Mahendra mengatakan bahwa OJK akan terus mendorong peningkatan pelindungan investor minoritas dan ritel yang saat ini menopang pergerakan IHSG melalui penguatan penegakan market conduct, termasuk pengawasan terhadap perilaku influencer keuangan atau finfluencer.
Saat ini, OJK tengah menyiapkan aturan baru bagi finfluencer yang telah memasuki tahap finalisasi. Regulasi tersebut ditargetkan terbit pada pertengahan 2026 dengan penekanan pada aspek kapabilitas, transparansi, dan kepatuhan perizinan.
Mahendra juga mendorong peningkatan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperbesar peran pasar modal sebagai sumber pendanaan utama bagi emiten. Selain itu, sektor jasa keuangan diharapkan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional secara menyeluruh.
Mahendra menegaskan komitmen OJK untuk terus menjaga sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan sektor keuangan. Sinergi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) disebut menjadi prioritas utama dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menjelaskan bahwa BEI telah menyiapkan masterplan pengembangan pasar modal 2026–2030. Peta jalan ini bertujuan menjaga keberlanjutan pertumbuhan sekaligus meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global.
Dalam masterplan tersebut, BEI menargetkan terwujudnya pasar modal yang inovatif, transparan, inklusif, dan berorientasi global pada 2030. Target tersebut didukung oleh penguatan infrastruktur pasar, peningkatan kualitas emiten dan investor, serta perluasan partisipasi publik.
Iman menambahkan bahwa BEI juga mendorong inovasi produk dan pendalaman pasar modal. Langkah ini diharapkan membuat pasar modal tidak hanya tumbuh dari sisi nilai, tetapi juga berperan lebih besar dalam pembiayaan jangka panjang perekonomian nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....