Tren Bisnis Es Krim, Bakal Bertahan Lama atau Hanya Sekadar FOMO?
- 29 Sep 2026 15:10 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Bisnis es krim menjadi salah satu pilihan usaha kuliner yang menarik perhatian masyarakat karena memiliki banyak variasi rasa, bentuk penyajian, dan konsep pemasaran. Kehadiran berbagai produk es krim kekinian di media sosial turut mendorong minat calon pengusaha untuk mencoba peluang bisnis tersebut.
dilansir dari laman Popularitas eskrimkekinian.com, suatu produk sering meningkat ketika banyak konsumen membicarakannya di media sosial dan kreator konten mengunggah pengalaman mencicipinya. Fenomena mengikuti tren yang sedang ramai dikenal sebagai fear of missing out atau FOMO, yaitu perasaan khawatir tertinggal dari sesuatu yang sedang populer.
Meski tren dapat membantu memperkenalkan produk kepada konsumen, popularitas sesaat belum tentu menjamin keberlangsungan usaha dalam jangka panjang. Bisnis es krim tetap membutuhkan kualitas rasa, harga yang sesuai, pelayanan yang baik, serta kemampuan menjaga konsistensi produk agar pelanggan bersedia melakukan pembelian ulang.
Salah satu tantangan usaha es krim adalah menjaga kualitas produk selama penyimpanan dan distribusi karena bahan tersebut membutuhkan suhu dingin yang sesuai. Penggunaan freezer yang memadai, pengelolaan stok, serta pemantauan suhu menjadi bagian penting untuk menjaga tekstur, rasa, dan keamanan produk.
Calon pengusaha juga perlu melakukan perhitungan modal sebelum membuka gerai, mulai dari biaya peralatan, bahan baku, kemasan, listrik, sewa tempat, hingga promosi. Perhitungan tersebut membantu menentukan harga jual dan memperkirakan jumlah penjualan yang dibutuhkan untuk menutup biaya operasional.
Inovasi rasa dan kemasan dapat menjadi strategi untuk membedakan produk dari pesaing, tetapi pengembangan menu perlu mempertimbangkan selera pasar dan kemampuan produksi. Pelaku usaha dapat memulai dengan beberapa varian utama, kemudian menambah pilihan berdasarkan tanggapan konsumen dan hasil penjualan.
Keberlangsungan bisnis es krim tidak hanya ditentukan oleh viralitas, tetapi juga oleh kemampuan pengusaha mengelola kualitas, biaya, dan hubungan dengan pelanggan. Dengan melakukan riset pasar serta menguji usaha dalam skala yang sesuai dengan modal, pelaku bisnis dapat menilai apakah peluang tersebut layak dikembangkan secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....