Usaha setelah Pensiun, Cara Tetap Produktif dan Mandiri di Masa Tua

  • 22 Sep 2026 13:55 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Memasuki masa pensiun bukan berarti seseorang harus berhenti melakukan aktivitas produktif. Dengan memanfaatkan pengalaman, keterampilan, dan jaringan yang telah dimiliki selama bekerja, pensiunan dapat menjalankan usaha sederhana yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi fisiknya.

Salah satu pilihan yang dapat dilakukan adalah membuka usaha dari rumah, seperti menjual makanan, kue, kerajinan tangan, tanaman, atau produk kebutuhan sehari-hari. Penelitian berjudul “The Diversity of Interest in Later-Life Entrepreneurship: Results from a Nationally Representative Survey of Americans Aged 50 to 70” menunjukkan bahwa minat terhadap kewirausahaan di usia lanjut cukup besar, meskipun tidak semua orang yang berminat kemudian menjalankan usaha.

Pemanfaatan teknologi juga dapat membantu pensiunan menjalankan usaha dengan tenaga yang lebih ringan. Misalnya, produk dapat dipasarkan melalui media sosial dan aplikasi pesan, sementara pencatatan pesanan serta keuangan dapat dilakukan menggunakan telepon pintar atau komputer.

Selain menghasilkan pendapatan tambahan, kegiatan produktif juga dapat memberikan manfaat sosial dan psikologis. Studi “Productive Activities But Not Paid Work Relate to Well-Being in Older Adults” menemukan adanya hubungan antara keterlibatan dalam aktivitas produktif dengan kesejahteraan subjektif pada orang lanjut usia, sehingga produktivitas tidak harus selalu berbentuk pekerjaan berbayar.

Bagi pensiunan yang tidak ingin menjalankan bisnis sendiri, kegiatan seperti menjadi konsultan sesuai pengalaman, mengajar keterampilan, berkebun, menjadi mentor, atau mengikuti kegiatan sukarela juga dapat menjadi pilihan. Penelitian berjudul “Continued Work Employment and Volunteerism and Mental Well-Being of Older Adults: Singapore Longitudinal Ageing Studies” melaporkan bahwa lansia yang tetap bekerja atau melakukan kegiatan sukarela menunjukkan tingkat kesejahteraan mental dan kepuasan hidup yang lebih baik dibandingkan kelompok pensiunan yang tidak melakukan kegiatan tersebut.

Namun, usaha di masa pensiun sebaiknya disesuaikan dengan kesehatan, kemampuan fisik, modal, waktu, dan kebutuhan pribadi sehingga tidak berubah menjadi beban. Kajian “Approaches to Enhancing and Sustaining Engagement in Post-Retirement Work: A Scoping Review” terhadap 52 penelitian menemukan bahwa kesehatan, kondisi pekerjaan, faktor keuangan, dukungan sosial, dan rasa terpenuhi menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi keterlibatan seseorang dalam pekerjaan setelah pensiun.

Dengan memilih aktivitas yang sesuai, masa pensiun dapat menjadi kesempatan untuk mencoba hal baru sekaligus mempertahankan kemandirian dan hubungan sosial. Usaha tidak harus dimulai dalam skala besar, karena langkah sederhana seperti menjual makanan buatan sendiri, menawarkan jasa berdasarkan keahlian lama, atau mengembangkan hobi menjadi produk bernilai ekonomi dapat menjadi awal yang realistis bagi kehidupan produktif setelah pensiun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....