HPMPI Minta Pemerintah Tinjau Kenaikan BBM Non-Subsidi
- 22 Apr 2026 11:45 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI) mendesak pemerintah meninjau kembali kebijakan kenaikan harga BBM non-subsidi. Kenaikan signifikan, khususnya Dexlite, dinilai berdampak langsung pada keberlangsungan usaha Pertashop.
Ketua Umum HPMPI, Steven, mengatakan kenaikan harga Dexlite hingga 66 persen telah mengganggu keseimbangan pasar BBM di tingkat retail. Kondisi ini memicu pergeseran konsumsi masyarakat ke BBM subsidi.
“Kenaikan Dexlite hingga 66 persen memberi tekanan besar bagi pelaku usaha. Selisih harga yang lebar mendorong masyarakat beralih ke BBM subsidi,” ujar Steven, Rabu 22 April 2026.
Menurutnya, Pertashop sebagai penyalur BBM skala kecil kini menghadapi penurunan daya saing. Selisih harga yang tinggi membuat masyarakat lebih memilih bahan bakar yang lebih murah seperti Bio Solar.
“Ketika selisih harga terlalu jauh, masyarakat akan memilih yang lebih terjangkau. Ini berdampak langsung pada usaha Pertashop,” katanya.
HPMPI meminta pemerintah menjaga keseimbangan harga antara BBM subsidi dan non-subsidi agar tidak terlalu timpang. Penyesuaian harga dinilai perlu dilakukan secara terukur untuk menjaga stabilitas pasar dan keberlanjutan usaha.
Selain itu, HPMPI juga menekankan pentingnya kebijakan harga yang stabil agar tidak menekan daya beli masyarakat maupun sektor usaha di hilir energi. HPMPI menilai, langkah tersebut penting untuk menciptakan sistem harga energi yang adil, sekaligus menjaga distribusi BBM hingga ke wilayah desa.
“Kami berharap kebijakan harga ke depan lebih berimbang, sehingga daya beli masyarakat terjaga dan usaha Pertashop tetap berjalan,” tutur Steven.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....