Tren Buku Bekas Meningkat, Jadi Solusi Hemat dan Ramah Lingkungan
- 30 Mar 2026 15:03 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Tren penggunaan buku bekas semakin meningkat di kalangan pelajar dan mahasiswa di Indonesia. Kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi membuat banyak orang beralih ke alternatif yang lebih terjangkau tanpa mengurangi manfaat. Buku bekas pun menjadi pilihan karena harganya jauh lebih murah dibandingkan buku baru, sekaligus mendukung gaya hidup ramah lingkungan.
Kini, pasar buku bekas semakin mudah diakses. Tidak hanya tersedia di lapak-lapak pinggir jalan atau toko khusus, buku bekas juga banyak dijual melalui berbagai marketplace online. Kemudahan ini membuat pembeli dapat mencari judul yang diinginkan tanpa harus datang langsung ke lokasi penjualan.
Menariknya, buku bekas tidak hanya sekadar barang pakai ulang. Banyak di antaranya memiliki nilai historis, seperti catatan kecil, tanda garis, atau pesan dari pemilik sebelumnya. Hal ini justru menambah daya tarik tersendiri bagi pembaca, karena menghadirkan pengalaman membaca yang lebih personal dan unik.
Meski demikian, pembeli tetap harus selektif dalam memilih buku bekas. Kondisi fisik buku seperti kelengkapan halaman, kualitas kertas, dan tingkat kerusakan perlu diperhatikan agar tidak mengganggu kenyamanan saat membaca. Buku yang terlalu rusak tentu akan mengurangi manfaat yang didapatkan.
Gerakan literasi melalui penggunaan buku bekas dinilai memiliki dampak positif bagi masyarakat. Selain meningkatkan minat baca, kebiasaan ini juga membantu mengurangi limbah kertas dan mendukung konsep daur ulang. Dengan semakin tingginya kesadaran ini, buku bekas berpotensi menjadi bagian penting dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....