Peluang Emas UMKM di Bulan Ramadhan

  • 19 Feb 2026 10:28 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID,Bengkulu - Praktisi ekonomi Bengkulu Dr.Syaiful Anwar AB, menilai bulan Ramadhan menjadi momentum emas bagi kebangkitan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurutnya, permintaan masyarakat terhadap makanan dan minuman siap saji meningkat drastis selama bulan puasa, mulai dari aneka kue, lauk pauk, hingga minuman segar untuk berbuka. Kondisi ini mendorong perputaran uang di sektor ekonomi kerakyatan semakin cepat. Hal ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah ke depan nanti.

Ia menjelaskan, aktivitas perekonomian selalu mengalami lonjakan signifikan saat Ramadhan karena pola konsumsi masyarakat berubah. Banyak warga yang sebelumnya jarang membeli jajanan, menjadi rutin berburu takjil dan hidangan berbuka. Situasi tersebut membuka ruang usaha luas, bahkan menghadirkan pedagang musiman yang turut meramaikan pasar kuliner dadakan di berbagai sudut kota. Tren ini terus berulang setiap tahun tanpa penurunan berarti yang signifikan.

Fenomena pedagang musiman ini, kata Syaiful, menunjukkan Ramadhan sebagai waktu strategis mengais rezeki. Tidak sedikit penjual yang di luar bulan puasa berprofesi sebagai ibu rumah tangga atau pekerja sektor lain. Namun ketika Ramadhan tiba, mereka memanfaatkan keterampilan memasak untuk berdagang dan menambah penghasilan keluarga secara signifikan. Momentum ini sering dianggap sebagai kesempatan emas usaha rumahan skala kecil lokal.

Menurutnya, peluang tersebut juga sangat terbuka bagi kalangan muda yang ingin belajar berwirausaha. Selama memiliki kemauan, kreativitas, serta kemampuan mengolah makanan atau minuman, siapa pun bisa memulai usaha sederhana. Apalagi promosi kini dapat dilakukan dengan mudah melalui media sosial yang efektif menjangkau pembeli tanpa biaya besar. Strategi digital terbukti membantu penjualan meningkat lebih cepat dan lebih luas.

Syaiful menegaskan kunci utama memanfaatkan momentum Ramadhan adalah keberanian mencoba dan konsistensi menjaga kualitas produk. Ia optimistis, jika peluang ini dimanfaatkan secara maksimal, maka bukan hanya keuntungan jangka pendek yang diperoleh, tetapi juga terbentuknya pelaku UMKM baru yang mampu bertahan dan berkembang setelah bulan suci berakhir. Ia berharap tren positif ini terus berlanjut pada tahun berikutnya nanti.

Rekomendasi Berita