Sambut Imlek 2026, ANTAM Luncurkan Emas Tematik Kuda

  • 28 Jan 2026 21:50 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu: PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) resmi meluncurkan koleksi emas batangan tematik "Year of the Horse" untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Produk eksklusif ini hadir sebagai wujud komitmen perusahaan dalam memadukan instrumen investasi yang aman dengan pelestarian makna budaya masyarakat Indonesia.

Emas edisi terbatas ini tersedia dalam varian 8 gram dan 88 gram, serta edisi Gift Series dengan ukuran 0,5 gram dan 1 gram. Seluruh produk dipastikan memiliki kadar kemurnian Fine Gold 999.9 yang diproduksi dengan standar manufaktur internasional yang sangat presisi.

Dikutip dari antam.com, Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menyatakan bahwa inovasi ini bertujuan memberikan nilai tambah bagi para kolektor maupun investor. Menurutnya, emas ini bukan sekadar aset finansial, melainkan simbol harapan dan keberanian dalam menyongsong tahun baru yang penuh energi.

Desain pada varian 88 gram menonjolkan visual kuda pembawa harta sebagai simbol kemakmuran dan keyakinan dalam meraih kesuksesan besar. Sementara itu, varian 8 gram menampilkan sosok Kuda Api yang dipadukan dengan ornamen bambu sebagai representasi pertumbuhan yang seimbang.

Produk ini juga dilengkapi fitur keamanan canggih seperti 3D Effect, Micropattern, hingga QR Code unik untuk menjamin keaslian setiap kepingnya. Fitur-fitur tersebut memastikan keamanan investasi pelanggan sekaligus meningkatkan nilai estetika pada kemasan eksklusif bertema Imlek ini.

Masyarakat sudah dapat memiliki koleksi spesial ini melalui Butik Emas Logam Mulia terdekat atau melalui situs resmi perusahaan sejak pertengahan Januari 2026. Peluncuran ini kembali menegaskan posisi ANTAM sebagai pionir produk emas bernilai tinggi yang relevan dengan tradisi di tanah air.

​Pasar modal Indonesia mengalami guncangan besar yang cukup mengejutkan para investor pada perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan anjlok signifikan hingga menyentuh angka 7,34 persen. Penurunan tajam ini membawa indeks terkoreksi dalam ke level 4.625 poin menurut pantauan data terkini.

Anjloknya indeks secara drastis ini merupakan dampak langsung setelah adanya pengumuman terbaru dari indeks MSCI. Keputusan tersebut memicu aksi jual masif yang dilakukan oleh para pelaku pasar secara serentak. Sentimen negatif ini menyebar dengan cepat ke seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia.

Kondisi pasar yang sangat fluktuatif sempat memicu diberlakukannya kebijakan trading halt atau penghentian perdagangan sementara. Langkah darurat ini diambil oleh otoritas bursa guna meredam kepanikan yang melanda para investor. Prosedur tersebut diharapkan mampu memberikan waktu bagi pasar untuk menyeimbangkan kembali permintaan dan penawaran.

Meski situasi di lantai bursa memanas, kabar berbeda datang dari komoditas logam mulia yang mulai menunjukkan tren melandai. Harga emas batangan Antam hari ini dilaporkan mulai mengalami penurunan setelah sempat meroket tajam sebelumnya. Harga emas kini tidak lagi bertengger di level tertingginya yang sempat menyentuh angka Rp2,9 juta per gram.

Penurunan harga emas ini memberikan sedikit ruang napas bagi masyarakat yang ingin melakukan investasi fisik di tengah ketidakpastian ekonomi. Analis menilai koreksi harga ini merupakan fase wajar setelah komoditas tersebut mengalami penguatan yang terlalu cepat. Pergerakan harga emas saat ini cenderung mengikuti dinamika nilai tukar mata uang global yang sedang dinamis.

Para pengamat ekonomi mengimbau agar para investor tetap tenang dan tidak mengambil keputusan yang bersifat impulsif di tengah volatilitas ini. Sangat disarankan untuk terus memantau perkembangan kebijakan pemerintah dan rilis data ekonomi makro yang akan datang. Diversifikasi aset tetap menjadi strategi kunci dalam melindungi nilai portofolio di masa-masa sulit seperti sekarang.

Otoritas jasa keuangan terus melakukan pengawasan ketat terhadap pergerakan pasar untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga. Mereka berkomitmen untuk memberikan perlindungan maksimal bagi para investor dari praktik manipulasi pasar yang mungkin muncul. Semua pihak diharapkan tetap optimistis bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat menghadapi tekanan ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....