Tren Thrifting di Bengkulu Mulai Meredup
- 27 Jan 2026 15:33 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Bengkulu - Sejumlah pedagang pakaian bekas atau thrifting di Pasar Panorama Kota Bengkulu kini mulai merasakan keresahan akibat penurunan omzet yang signifikan. Fenomena ini diperparah dengan adanya pernyataan Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menegaskan akan mengilegalkan usaha pakaian bekas impor di Indonesia.
Salah seorang pedagang baju thrifting di Pasar Panorama Kota Bengkulu, Iche (27) menyampaikan bahwa akibat dari pernyataan Menteri Keuangan Indonesia. Ia menjadi kesulitan mendapatkan pasokan barang berkualitas yang menyebabkan kendala utama ia kehilangan minat konsumen setianya.
| Baca juga: Besok, ATB Luncurkan Produk Baru |
Biasanya akhir pekan itu ia membuka ball pakaian baru dan sekarang sudah jarang ia lakukan. "Kalau dulu ramai tiap Sabtu Minggu, kalau sekarang susah gitu. Penjualan kami ini yang merosot banget sepi, tiap ada orang tanya barang baru, barangnya belum ada," ujar Iche.
Sementara itu di sisi lain salah seorang pedagang, Yenda mengatakan bahwa kenaikan harga adalah langkah terakhir untuk meminimalisir potensi kerugian. minimnya pendapatan, saat ini mencoba menjual baju thrifting melalui live di sosial media Instagram.
"Untuk mengurangi resiko kerugian kami biasanya cari alternatif lain kayak jualan live di sosmed Instagram gitu, tapi kalau brand gitu kami naikin sedikit harganya soalnya susah dapatnya," ungkap Yenda.
Meskipun tren ini mulai meredup dan dihantam berbagai regulasi, sebagian masyarakat masih tetap berburu baju bekas karena faktor keunikan dan kualitas bahan. Para pedagang berharap adanya solusi tengah agar mereka tetap bisa menyambung hidup di tengah ketatnya aturan perdagangan. (Elni)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....