Pasar Modal Didorong Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- 02 Jan 2026 14:24 WIB
- Bengkulu
KBRN, Jakarta : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong Pasar Modal Indonesia untuk semakin berperan strategis dalam mendukung agenda prioritas pemerintah nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan integritas pasar, pendalaman likuiditas, penguatan basis investor institusi, serta percepatan pembangunan ekosistem bursa karbon yang kredibel dan berstandar internasional.
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam sambutannya pada Pembukaan Perdagangan Perdana Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/1). Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, jajaran Dewan Komisioner OJK, Direktur Utama BEI Iman Rachman, serta para pelaku pasar modal.
Mahendra menegaskan, OJK akan terus memperkuat perlindungan investor, khususnya investor ritel dan minoritas yang kini menjadi penopang utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Salah satu langkah yang ditempuh yakni penguatan pengawasan aspek perilaku pasar (market conduct), termasuk terhadap influencer keuangan atau finfluencer.
“OJK tengah memfinalisasi aturan baru bagi finfluencer yang ditargetkan terbit pertengahan 2026, dengan penekanan pada kapabilitas, transparansi, dan kepatuhan perizinan guna mendukung literasi investasi yang bertanggung jawab,” ujar Mahendra.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan, termasuk melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), untuk menjaga stabilitas sektor keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan bahwa BEI telah menyiapkan masterplan pengembangan pasar modal 2026–2030. Peta jalan tersebut menargetkan terwujudnya pasar modal yang inovatif, transparan, inklusif, dan berdaya saing global pada 2030.
Target tersebut akan didukung penguatan infrastruktur pasar, peningkatan kualitas emiten dan investor, serta perluasan partisipasi publik, termasuk melalui inovasi produk dan pendalaman pasar untuk mendukung pembiayaan jangka panjang perekonomian nasional.
Pasar Modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja solid. IHSG berada di level 8.646,94 poin atau menguat 22,13 persen secara year to date (ytd), serta mencatatkan beberapa kali rekor tertinggi sepanjang tahun. Investor nonresiden juga kembali mencatatkan net buy sebesar Rp36,23 triliun pada semester II-2025.
Dari sisi penghimpunan dana, tercatat 215 penawaran umum dengan total nilai Rp275 triliun, termasuk 18 emiten baru dengan nilai IPO Rp14,41 triliun. Rata-rata nilai transaksi harian meningkat menjadi Rp18,1 triliun, seiring pertumbuhan Single Investor Identification (SID) yang mencapai 20,2 juta atau naik 36 persen ytd, dengan dominasi investor berusia di bawah 40 tahun.
Meski demikian, OJK menilai masih terdapat ruang penguatan, terutama pada kontribusi pasar saham terhadap PDB yang baru mencapai 72 persen dan kinerja indeks LQ45 yang tumbuh 2,41 persen.
Memasuki 2026, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) akan fokus pada peningkatan kualitas perusahaan tercatat, penguatan basis investor institusi, reformasi tata kelola pasar saham, serta penguatan manajemen risiko dan tata kelola teknologi informasi.
OJK juga terus mengembangkan perdagangan karbon melalui pembangunan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan BEI, sebagai tindak lanjut Perpres Nomor 110 Tahun 2025 dan penyesuaian POJK Nomor 14 Tahun 2023, guna mendukung pendalaman pasar dan percepatan ekonomi hijau nasional.
Selain itu, OJK memastikan keberlanjutan perlakuan khusus bagi nasabah dan pemegang polis terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sesuai POJK Nomor 19 Tahun 2022.
“OJK berkomitmen memperkuat sinergi industri untuk mewujudkan pasar modal yang likuid, efisien, transparan, berintegritas, dan berdaya saing global,” tutup Mahendra.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....