Batik Bengkulu Dianggap Mahal, Ini Faktor Penyebabnya

  • 17 Nov 2025 11:19 WIB
  •  Bengkulu

KBRN Bengkulu : Masyarakat Bengkulu kerap menilai bahwa harga batik tulis maupun batik cap asal daerah mereka relatif lebih mahal dibandingkan batik dari Pulau Jawa. Ketua Santi Batik Betungan Bengkulu, Herlina Susanti, menyatakan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya keliru. Menurutnya, tingginya harga batik Bengkulu dipengaruhi oleh biaya produksi yang harus dikeluarkan sejak awal. Mulai dari bahan baku utama seperti kain mori yang seluruhnya harus dipesan dari Pulau Jawa, ditambah ongkos kirim atau biaya transportasi jika harus mengambilnya langsung, serta akomodasi lainnya.

Selain bahan kain, Herlina menjelaskan bahwa Bengkulu belum memiliki ketersediaan bahan pewarna batik maupun peralatan penunjang proses membatik. Semua kebutuhan tersebut tetap harus didatangkan dari luar daerah, sehingga ketika dihitung secara keseluruhan, biaya produksi batik Bengkulu menjadi lebih tinggi dibandingkan batik dari Jawa. Herlina menegaskan, jika masih ada masyarakat yang merasa harga batik terlalu mahal, kemungkinan besar mereka bukan target pasar dari Santi Batik. Ia juga meluruskan bahwa nilai sebuah batik terletak pada proses pembuatannya—baik tulis, cap, maupun kontemporer—yang jelas berbeda dengan kain bercorak batik hasil printing.

Untuk pemasaran, Santi Batik hingga kini masih mengandalkan pameran dan media sosial sebagai sarana memperkenalkan karya para pengrajin Betungan. Dalam waktu dekat, pihaknya juga berencana memasukkan produk batik Besurek ke platform marketplace agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Herlina berharap langkah ini dapat meningkatkan penjualan sekaligus memberi peluang lebih besar bagi para pengrajin batik di Betungan, Kota Bengkulu, untuk berkembang dan mempertahankan warisan budaya daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....