Rupiah Menguat Tipis, Sentuh Rp16.628

  • 28 Okt 2025 09:46 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) menunjukkan pergerakan stabil cenderung menguat tipis pada perdagangan hari ini, Selasa, 28 Oktober 2025.

Berdasarkan data acuan nilai tukar resmi dari Bank Indonesia, yaitu Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang berlaku pada hari ini, rupiah tercatat berada di level Rp16.628,00 per USD. Angka ini menunjukkan apresiasi tipis sebesar Rp2,00 dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya, Jumat (24/10/2025), yang berada di Rp16.630,00.

Penguatan marginal ini mencerminkan upaya Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah volatilitas pasar keuangan global. Kurs Transaksi Bank Indonesia (BI) untuk valuta asing pada hari ini juga menunjukkan kurs jual USD berada di Rp16.711,14 dan kurs beli di Rp16.544,86. Stabilitas rupiah pada akhir Oktober ini didukung oleh beberapa faktor kunci baik domestik maupun eksternal.

Dari sisi domestik, kepercayaan pasar terhadap bauran kebijakan moneter dan fiskal yang pruden masih menjadi jangkar utama. Intervensi yang terukur dari BI di pasar valuta asing dan Surat Berharga Negara (SBN) turut meredam tekanan pelemahan.

Selain itu, sentimen positif juga datang dari kinerja neraca perdagangan Indonesia yang diperkirakan masih akan mencatat surplus, didorong oleh harga komoditas ekspor yang relatif tinggi dan penurunan impor.

Sementara itu, faktor eksternal juga memainkan peran penting. Meskipun Dolar AS sempat menguat signifikan di tengah antisipasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed) terkait suku bunga, rupiah masih mampu bertahan.

Pasar saat ini sedang mencermati petunjuk dari The Fed mengenai langkah kebijakan moneter mereka ke depan. Adanya sinyal melambatnya laju kenaikan suku bunga atau potensi penyesuaian kebijakan The Fed di tahun mendatang telah mengurangi tekanan signifikan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Analis ekonomi memperkirakan bahwa rupiah akan bergerak dalam rentang konsolidasi di sekitar level Rp16.600 hingga akhir bulan. Proyeksi jangka pendek menunjukkan bahwa fokus pasar akan beralih ke rilis data inflasi AS dan hasil pertemuan bank sentral utama dunia, yang akan menentukan arah pergerakan Dolar AS.

Untuk beberapa hari ke depan, rupiah diperkirakan akan menghadapi potensi tekanan jual sesaat, namun fundamental ekonomi Indonesia yang kuat dan cadangan devisa yang memadai akan berfungsi sebagai penyangga utama.

Bagi pelaku usaha, khususnya importir dan eksportir, stabilitas nilai tukar saat ini memberikan ruang gerak yang lebih nyaman dalam merencanakan arus kas. Eksportir disarankan untuk terus memanfaatkan kurs jual yang relatif tinggi, sementara importir dapat sedikit meredakan kekhawatiran biaya.

Secara keseluruhan, pergerakan rupiah yang terkendali hari ini mengindikasikan ketahanan pasar keuangan domestik terhadap guncangan eksternal.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....