Emas Antam Turun, Jangan Panic Selling
- 22 Okt 2025 10:53 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Penurunan harga emas Antam hari ini sebesar Rp177.000 per gram menjadi Rp2.310.000 memicu kekhawatiran besar di kalangan investor ritel, terutama mereka yang baru saja membeli emas dalam beberapa hari terakhir di harga tertinggi sepanjang masa Rp2.487.000.
Investor yang membeli emas di puncak harga kini menghadapi kerugian yang belum terealisasi (unrealized loss) yang signifikan, bahkan sebelum mempertimbangkan selisih harga jual dan buyback. Kondisi ini menguji mentalitas investor, memunculkan fenomena yang dikenal sebagai panic selling.
Banyak investor yang khawatir harga akan terus turun memilih untuk segera menjual emas mereka (buyback) hari ini juga. Dengan harga buyback yang anjlok Rp172.000 menjadi Rp2.164.000, aksi jual tergesa-gesa ini justru mengunci kerugian realisasi.
Analis pasar modal dan komoditas menyarankan investor untuk mengambil napas dalam-dalam dan tidak gegabah dalam bertindak. Emas secara historis merupakan lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian jangka panjang.
Koreksi harga, sekalipun seburuk hari ini, adalah bagian normal dari siklus investasi. Kerugian hari ini hanya akan menjadi permanen jika investor menjual emasnya.
Bagi investor yang memiliki horizon waktu investasi 5 hingga 10 tahun, penurunan ini dapat dipertimbangkan sebagai peluang untuk menambah kepemilikan. Sebaliknya, bagi trader yang mengandalkan fluktuasi jangka pendek, situasi ini menjadi tantangan besar. Mereka yang memiliki likuiditas dan keyakinan akan fundamental emas disarankan untuk melakukan strategi buy on dip (beli saat harga turun) secara bertahap.
Logam Mulia terus menjamin ketersediaan emas batangan, namun disarankan agar masyarakat memanfaatkan layanan pemesanan online untuk menghindari antrian panjang di butik fisik akibat tingginya minat buyback dan buy on dip. Disiplin dalam mengikuti rencana investasi awal adalah kunci untuk melewati volatilitas pasar yang ekstrem seperti yang terjadi hari ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....