Emas Batangan Antam Naik Signifikan

  • 21 Okt 2025 10:17 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Setelah mengalami tren pelemahan sejak hari Sabtu hingga Senin, harga emas batangan di pasar domestik Indonesia pada hari ini, Selasa, 21 Oktober 2025, mengalami kenaikan yang sangat tajam.

Kenaikan ini mengikuti jejak lonjakan harga emas di pasar global yang kembali mencetak rekor. Harga emas Antam 1 gram dilaporkan naik signifikan, kembali mendekati atau bahkan melampaui level harga sebelum koreksi.

Pada penutupan perdagangan kemarin dan pembukaan hari ini, harga jual emas Antam per gramnya melesat Rp72.000 menjadi Rp2.487.000 dari harga sebelumnya di Rp2.415.000. Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali juga ikut terkerek naik, mencerminkan optimisme pasar lokal terhadap prospek harga logam mulia ini.

Kenaikan harga lokal ini adalah respons langsung terhadap menguatnya harga emas di pasar spot dunia. Seperti yang diketahui, harga emas di Indonesia sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas global, yang mana saat ini sedang didorong oleh sentimen risk aversion akibat memanasnya kembali ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan Asia Timur.

Keterkaitan harga lokal dengan global ini membuat fluktuasi harga di London atau New York langsung tercermin pada harga emas Antam atau UBS yang dijual di dalam negeri. Selain faktor harga global, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS juga memainkan peran penting.

Meskipun Rupiah relatif stabil dalam beberapa hari terakhir, level kurs yang tinggi secara umum berkontribusi menjaga harga emas dalam mata uang Rupiah tetap mahal.

Bagi investor di Indonesia, lonjakan harga ini menjadi kabar gembira setelah sempat khawatir dengan koreksi yang terjadi selama tiga hari berturut-turut. Penurunan yang terjadi pada akhir pekan lalu hingga Senin telah memicu pertanyaan apakah tren bullish emas telah berakhir. Namun, kenaikan tajam hari ini membuktikan bahwa penurunan tersebut hanyalah koreksi sehat (atau retracement) dalam tren kenaikan jangka panjang.

Dari sisi investasi, momentum kenaikan harga ini menjadi perhatian serius bagi investor emas. Bagi yang telah memiliki emas, ini adalah waktu untuk menahan posisi atau merealisasikan sebagian keuntungan jika target investasi jangka pendek sudah tercapai.

Sementara itu, bagi investor yang belum masuk atau ingin menambah koleksi, perlu mempertimbangkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA). Analis menyarankan agar investor tidak terburu-buru membeli dalam jumlah besar di puncak kenaikan saat ini karena adanya risiko koreksi teknikal jangka pendek.

Sebaliknya, membeli secara berkala saat terjadi koreksi minor adalah strategi yang lebih bijak untuk memitigasi risiko. Emas, sebagai aset safe haven, terbukti efektif melindungi nilai kekayaan di tengah situasi ketidakpastian ekonomi domestik dan global yang masih tinggi.

Prospek jangka panjang emas diyakini masih positif, terutama dengan potensi bank sentral global melonggarkan kebijakan moneter di masa depan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....