Pasar Modal Bengkulu Bergairah, BEI Tekankan Kepercayaan-Edukasi Investor
- 09 Okt 2025 07:32 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Aktivitas pasar modal di Provinsi Bengkulu terus meningkat. Hingga Agustus 2025, jumlah investor tercatat 85.323 orang, naik 28 persen dibanding awal tahun. Nilai transaksi juga melonjak 199 persen (YoY) dari Rp209,5 miliar menjadi Rp626,3 miliar.
Untuk menjaga momentum tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Bengkulu menggelar Sosialisasi Mekanisme Perlindungan Investor bertema “Menjaga Kepercayaan Investor: Transparansi dan Perlindungan Investor”, Rabu (8/10/2025) di Hotel Santika Bengkulu. Kegiatan ini melibatkan tiga Self-Regulatory Organization (SRO): KSEI, KPEI, dan SIPF.
Kepala BEI Bengkulu Marina Rasyada menegaskan, kepercayaan publik menjadi fondasi utama bagi tumbuhnya pasar modal yang sehat.
"Kepercayaan investor tidak hanya dibangun dari kinerja pasar, tetapi juga dari perlindungan, transparansi, dan edukasi yang berkelanjutan,” kata Marina.
Ia menjelaskan, BEI menjamin perdagangan berjalan teratur, KPEI memastikan penyelesaian transaksi, KSEI mengamankan pencatatan aset secara elektronik, dan SIPF menjadi pelindung terakhir dari risiko non-komersial.
Menurutnya, perkembangan investasi yang semakin cepat menuntut sistem yang aman dan transparan. Karena itu, BEI bersama SRO terus berinovasi, seperti pembukaan rekening efek secara online, layanan AKSes KSEI, dan program penjaminan investor oleh SIPF.
“Inovasi ini tidak akan berdampak luas tanpa dukungan media. Peran jurnalis penting untuk membangun literasi pasar modal,” ujarnya.
Selain sosialisasi, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara industri pasar modal dan media. Sepanjang 2025, BEI Bengkulu telah menggelar 959 kegiatan edukasi dengan 124.426 peserta, yang berdampak pada peningkatan jumlah investor baru.
“Kenaikan jumlah investor menjadi bukti meningkatnya literasi keuangan masyarakat. Kami berterima kasih atas dukungan media,” kata Marina.
Ia berharap kerja sama antara BEI dan media di Bengkulu terus berlanjut agar masyarakat semakin sadar pentingnya investasi yang aman dan terlindungi.
“Mari bersama mengawal kemajuan pasar modal Indonesia agar makin dipercaya dan nyaman bagi seluruh investor,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....