Budidaya Tanaman Anggur Premium Miliki Peluang
- 13 Sep 2025 07:41 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Tanaman Anggur kerap dikenal sebagai buah yang hanya cocok tumbuh di wilayah subtropis. Namun, sejumlah penelitian dan praktik lapangan menunjukkan bahwa tanaman anggur juga mampu beradaptasi dengan baik di daerah beriklim tropis, termasuk di Indonesia.
Hal ini dibuktikan oleh seorang pembudidaya di Bengkulu yang berhasil mengembangkan budidaya anggur impor di lahannya, meski dengan berbagai tantangan teknis dan iklim.
Salah seorang pembudidaya, Andi Leo Widayat, berhasil membuktikan sebaliknya, Sejak awal tahun 2021, ia mulai menekuni usaha budidaya anggur impor di lahan berukuran sekitar 3 x 10 meter.ketertarikan setelah menonton konten budidaya anggur di YouTube, ia melihat potensi besar dari kondisi alam di daerahnya yang cerah dan mendukung pertumbuhan anggur tersebut.
“Motivasi awal saya sederhana, ingin merasakan sensasi memetik dan langsung menikmati buah anggur dari batangnya.Selain itu, saya ingin membuktikan bahwa daerah kita ini tidak hanya cocok untuk menanam tanam tropis biasa, tapi juga bisa untuk buah premium seperti anggur yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” ujarnya.
Dalam upaya pengembangan budidaya, ia menanam berbagai jenis anggur impor seperti Banana, Transfiguration, Jupiter, Taldun, Ninel, Heliodor, Tamaki, Baikonur, Gosv, dan Akademik.
Sementara untuk jenis lokal, Isabela dan Red Master digunakan sebagai root stock karena daya adaptasinya yang tinggi terhadap iklim tropis. Dari sekian banyak jenis, ada beberapa yang menjadi favorit.
“Varietas yang paling banyak diminati konsumen adalah Banana, Transfiguration, dan Gosv karena teksturnya renyah, rasanya manis, daging buahnya tebal, serta kulitnya tipis,” ujar, Andi Leo Widayat.(10/09/2025).
Leo menjelaskan proses budidaya anggur ini membutuhkan kesabaran dan ketelitian, mulai dari pemilihan bibit unggul, pemangkasan tunas tidak produktif, pemupukan teratur, hingga pengendalian hama secara organik.
Tantangan utama yang dihadapi adalah gangguan burung, serta lalat buah, sehingga pembudidaya menggunakan jaring pelindung untuk menjaga kualitas buah. Dari masa tanam hingga panen pertama, dibutuhkan waktu sekitar 5–10 bulan, dan tanaman anggur dapat berproduksi hingga puluhan tahun jika dirawat dengan baik.
Selain itu, Curah hujan tinggi dapat memicu serangan jamur yang merusak daun dan buah. Meski masih skala rumahan, hasil panen yang diperoleh cukup menggembirakan.
Dalam satu kali panen, ia mampu menghasilkan sekitar 250–300 dompol buah anggur. Untuk pemasaran, ia memanfaatkan berbagai saluran, mulai dari penjualan secara langsung di kebun, hingga promosi melalui media sosial seperti Instagram dan WhatsApp.
Secara ekonomi, usaha ini dinilai menjanjikan. Harga jual anggur mencapai Rp35.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Selain menjual buah, ia juga memasarkan bibit anggur impor dengan harga mulai Rp100.000 per batang.
Dengan ketekunan dan konsistensi, budidaya anggur di mulai dari hobi berkembang menjadi peluang usaha bernilai ekonomi tinggi, dan tumbuh subur di daerah iklim tropis. (Nanda)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....