Nilai Ekspor Bengkulu Turun 46 Persen
- 10 Sep 2025 11:26 WIB
- Bengkulu
KBRN, BENGKULU: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu melaporkan, nilai ekspor Bengkulu periode Januari–Juli 2025 mengalami penurunan sebesar 46,28 persen dibanding periode yang sama tahun 2024, yaitu dari US$107,55 juta menjadi US$57,77 juta.
Kepala BPS Bengkulu, Ir Win Rizal ME, menjelaskan penurunan tersebut disebabkan oleh menurunnya ekspor non-migas di sektor industri pengolahan sebesar 16,24 persen dari US$7,35 juta menjadi US$6,16 juta, dan di sektor pertambangan dan lainnya sebesar 49,83 persen dari US$100,18 juta menjadi US$50,26 juta.
"Sementara di sektor pertanian, kehutanan dan perikanan mengalami peningkatan sebesar 5.019,72 persen, dari US$0,03 juta menjadi US$1,36 juta," paparnya dalam Siaran Berita Statistik Edisi September 2025.
BPS juga mencatat, total ekspor Provinsi Bengkulu pada bulan Juli 2025 mencapai nilai sebesar US$3,93 juta. Nilai total ekspor Juli 2025 mengalami peningkatan sebesar 39,59 persen jika dibandingkan dengan bulan Juni 2025 yang tercatat sebesar US$2,81 juta.
| Baca juga: Memilih Usaha atau Tetap Kerja Kantoran |
"Jika dibandingkan dengan nilai ekspor pada bulan yang sama di tahun sebelumnya, nilai ekspor Provinsi Bengkulu pada Juli 2024 mengalami penurunan sebesar 71,84 persen. Nilai ekspor pada Juli 2024 tercatat sebesar US$13,94 juta," imbuh Win Rizal.
Win Rizal melanjutkan, nilai ekspor Provinsi Bengkulu pada bulan Januari-Juli 2025 yang melalui Pelabuhan Pulau Baai mencapai US$50,17 juta (86,85 persen), melalui Pelabuhan Boom Baru (Sumatera Selatan) mencapai US$5,89 juta (10,20 persen), melalui Tanjung Priuk US$0,27 juta (0,47 persen), melalui Soekarno Hatta mencapai US$1,36 juta (2,35 persen), melalui Pelabuhan lainnya mencapai US$0,07 juta (0,13 persen), dan melalui Ngurah Rai mencapai US$0,25 ribu (~0,00 persen).
"Jika dibandingkan dengan ekspor pada bulan Juni 2025, ekspor yang melalui Pelabuhan Pulau Baai naik sebesar 17,86 persen, begitu juga ekspor melalui Pelabuhan Boom Baru naik sebesar 349,64 persen, dan melalui Soekarno Hatta naik sebesar 104,48 persen, dan melalui pelabuhan Tanjung Priok naik sebesar 39,94 persen. Sementara ekspor melalui pelabuhan lainnya turun sebesar 10,11 persen," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....