Melirik Sejarah Pelabuhan Pulau Baai dan Pembangunnya

  • 09 Sep 2025 15:24 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu – Pelabuhan Pulau Baai, yang terletak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Bengkulu dan menghadap ke Samudra Hindia, telah menjadi infrastruktur pelabuhan penting untuk distribusi logistik dan perdagangan ekspor–impor di barat Sumatra.

Pelabuhan ini dibangun pada era Presiden Soeharto, tepatnya awal 1980-an, sebagai bagian dari program nasional dalam memperkuat konektivitas maritim dan perekonomian daerah. Tujuannya adalah membuka akses distribusi komoditas unggulan seperti batu bara, kratom, kopi, dan CPO ke pasar global.

Awalnya dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II), pelabuhan ini kemudian menjadi bagian dari integrasi BUMN pelabuhan tahun 2021, sehingga saat ini berada di bawah pengelolaan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu.

Hingga kini, berbagai modernisasi terus berjalan, termasuk pembangunan terminal peti kemas dan dermaga curah cair.

Berbagai upaya pengerukan dilakukan untuk menjaga kedalaman alur laut agar tetap ideal. Mengingat kapal sepanjang 200 meter dengan muatan hingga 30.000 metrik ton jika tidak m mengalami pendangkalan dapat bersandar dengan aman, berkat stabilnya kedalaman sekitar –10 meter LWS.

Sedanghkan kapasitas kapal yang lebih besar, sekitar 60.000 ton, saat ini dilayani melalui skema ship-to-ship (pemindahan antar kapal di tengah laut).

Data BPS menunjukkan bahwa pada Juli 2024, total barang yang dibongkar dan dimuat melalui Pelabuhan Pulau Baai mencapai 286.347 ton, meskipun angka ini mengalami penurunan sekitar 11 % dibandingkan Juni 2024 yang mencapai 321.846 ton

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....