Batu Akik Red Raflessia Bengkulu, Bersinar di Nasional

  • 10 Agt 2025 10:13 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Batu akik khas Bengkulu yang dikenal dengan nama Red Raflesia atau secara nasional disebut Cempaka Merah masih menjadi buruan kolektor. Menurut seorang kolektor batu akik Bengkulu, Edward atau yang akrab disapa Madan Bengkulu, jenis ini memiliki nilai khas karena berasal dari tanah Bengkulu meski kini banyak ditemukan juga di luar daerah.

Batu Cempaka Merah, kata Madan, tak harus berasal dari satu lokasi saja, karena kini jenis serupa bisa ditemukan di Baturaja, Way Kanan, Lahat juga Linggau. Namun, batu asli dari Bengkulu tetap memiliki tempat khusus dan menjadi acuan kualitas tertinggi di kalangan pecinta batu akik.

Harga batu ini bisa melambung tinggi seiring kualitas dan perjalanan tangan ke tangan antar kolektor. Dari harga awal Rp200 ribu, sebuah batu bisa menembus Rp5 juta hingga Rp40 juta saat sudah berpindah ke tangan kolektor dari Jakarta, Bali, atau Kalimantan.

Meski tren batu akik tidak sepopuler masa jayanya dulu pada tahun 2014-2015, namun Cempaka Merah masih memiliki penggemar setia. Sebagai aksesoris dan hiasan, batu ini tetap hidup di tengah pasar, terutama melalui penjualan online yang kini mencapai 90 persen ke luar Bengkulu.

Selain itu pengrajin batu akik, Haryanto, mengatakan pasar batu akik saat ini masih dinamis dan tidak benar-benar mati. Gelombang minat yang datang dan pergi justru memperlihatkan bahwa batu akik tetap memiliki daya tarik tersendiri di tengah masyarakat pecinta batu akik. (Khml)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....