Hibah Dermaga Kahyapu ke Pemprov Bengkulu Masuk Tahap Akhir

  • 18 Sep 2026 19:03 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Proses hibah aset pelabuhan di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, dari Kementerian Perhubungan kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berjalan. Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Bengkulu, Dinda, S.E., mengatakan sebagian aset sisi darat Pelabuhan Kahyapu telah dilimpahkan kepada pemerintah daerah.

Dinda menjelaskan, kawasan Pelabuhan Kahyapu memiliki sisi darat dan sisi laut yang status asetnya berbeda. Untuk aset sisi darat, proses pelimpahan kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu telah dilakukan, sementara dua dermaga pada sisi laut masih dalam proses hibah.

“Jadi sebenarnya itu di Pulau Enggano atau di Pelabuhan Kahyapu memang ada sisi darat dan sisi laut. Sisi darat itu memang sudah kita limpahkan ke Pemda, kemudian ada sisi laut, ada dua dermaga yang belum kita hibahkan,” kata Dinda, Jumat 18 September 2026.

Menurutnya, pemerintah daerah telah menyatakan kesediaan untuk menerima hibah kedua dermaga tersebut. Salah satunya adalah Dermaga Dua, sedangkan Dermaga Satu saat ini masih menjalani tahapan proses hibah.

Dinda menyebut proses hibah Dermaga Satu membutuhkan tahapan administrasi yang cukup panjang karena berkaitan dengan persetujuan Presiden. Dari enam tahapan yang harus dilalui, saat ini empat tahapan telah diselesaikan dan masih tersisa dua tahapan yang menunggu persetujuan Presiden.

“Yang pertama itu adalah Dermaga Dua, dan Dermaga Satu sekarang sedang proses hibah, yang mana itu harus melalui persetujuan dari Presiden. Jadi ada enam tahapan, empat tahapan sudah selesai, tinggal dua tahapan yang menunggu tanda tangan Presiden untuk dihibahkan,” tuturnya.

Ia menambahkan, Pemprov Bengkulu telah menyatakan kesanggupan untuk menerima hibah aset tersebut. Namun, sebelum serah terima dilakukan, kondisi fisik dermaga perlu diperiksa lebih lanjut mengingat fasilitas tersebut telah berusia cukup lama.

Menurut Dinda, pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan kondisi aset yang nantinya diterima pemerintah daerah. Dermaga juga membutuhkan pemeliharaan dan pembenahan agar dapat digunakan secara optimal untuk mendukung aktivitas transportasi masyarakat Pulau Enggano.

“Alhamdulillah pemerintah daerah menyanggupi hal tersebut untuk menerima hibah, namun dengan beberapa persyaratan bahwa nanti akan ada pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu sudah lama pelabuhannya, jadi memang harus banyak dipelihara dan dibenahi,” ujarnya.

Dinda mengatakan proses hibah diharapkan dapat segera diselesaikan setelah seluruh tahapan administrasi terpenuhi. Pemerintah Provinsi Bengkulu juga telah menyatakan kesiapannya untuk menerima aset tersebut dengan tetap memperhatikan hasil pemeriksaan kondisi fisik dan kebutuhan pemeliharaannya.

“Dalam waktu dekat. Insyaallah akan dihibahkan,” kata Dinda.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga membahas tindak lanjut penyerahan hibah Barang Milik Negara sekaligus rehabilitasi Dermaga Kahyapu. Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni meminta Dinas Perhubungan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar kondisi dermaga diperbaiki sebelum aset resmi diserahkan kepada Pemprov Bengkulu.

Herwan menilai langkah tersebut penting agar ketika aset negara telah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, kondisi dermaga sudah dalam keadaan layak. Pemerintah daerah tidak ingin menerima aset yang membutuhkan pembenahan besar tanpa adanya penanganan terlebih dahulu.

Dermaga Kahyapu merupakan salah satu infrastruktur penting yang mendukung konektivitas masyarakat Pulau Enggano dengan wilayah lainnya. Dengan proses hibah dan pembenahan yang dilakukan, keberadaan dermaga diharapkan dapat terus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta aktivitas transportasi menuju dan dari Pulau Enggano.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....