Petani Enggano Butuh Pupuk Subsidi
- 18 Jul 2025 17:38 WIB
- Bengkulu
KBRN Pulau Enggano: Petani di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara terus bertahan di tengah keterbatasan. Warga mengaku belum pernah merasakan bantuan pupuk subsidi, bibit, maupun racun hama dari pemerintah.
Salah seorang petani padi Di Desa Banjarsari Dedi mengatakan kendala para petani padi di Enggano ialah hama, dimana para petani sulit untuk mendapatkan racun hama dan untuk perawatan perawatan padi hanyamenggunakan alat seadanya untuk menyuburkan lahan, tak jarang mereka terpaksa membeli pupuk nonsubsidi yang harganya jauh dari jangkauan ekonomi mereka.
“Kalau yang saya alami selama nanam padi itu hamanya yang tidak tahan kita, apalgi disni kan susah juga kita kalau racun cuma bisa beli di warung-warung kan, sama pupuk juga kita tidak ada disni pupuk subsidi ya pupuk non subsidi itu lah yang kita pakai yang dijual di warung-warung,”ungkapnya
Salah seorang petani lainnya Karsidin juga mengungkapkan hal yang sama, dimana pupuk dan ketersidean racun hama yang sulit didapat oleh petani di Enggano. Ia menyebut bantuan dari pemerintah juga kerap didapat oleh para petani namun jumlahnya tidak banyak sehingga para petani masih harus membeli pupuk tambahan yang harganya lebih mahal.
“Iya memang hama dan pupuk itu lah kendala kita di Enggano ini, kita hnya bisa beli di warung atau kita menitip dengan keluarga di Bengkulu lalu jika ada kapal di titipkan di kapal. Ia berharap setelah ini ada bantuan khusus pupuk ataupun racun hama untuk petani di Pulau Enggano,”harapnya
Untuk diketahui aktifitas menanam padi di Pulau Enggano mulai banyak dilakukan olah warga Enggano sejak 3 tahun terakhir dimana hasil panen padi dijual untuk masyarakat Enggano. Sejak warga Enggano mulai menanam padi, warga Enggano tidak lagi bergantung pada beras dari Kota Bengkulu yang kerap di juak di warung-warung.
Maka dari itu besar harapan para petani padi di Enggano untuk bisa mendapatkan alokasi pupuk subsisi dan bantuan pembasmi hama, sehingga kedepan hasil panen padi dapat maksimal demi memperkuat swasembeda pangan di Pulau Terluar Enggano.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....