Festival Tabot Bengkulu, Gubernur: Harus Ramah Anak dan Disabilitas
- 30 Jun 2024 22:56 WIB
- Bengkulu
KBRN, BENGKULU: Festival Tabot, salah satu acara kebudayaan terbesar di Provinsi Bengkulu, akan digelar kembali pada tahun 2024 dengan format yang lebih tertata dan profesional.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu dalam penyelenggaraan festival tahun 2024 telah memutuskan untuk menggunakan jasa Event Organizer (EO) sebagai pelaksana kegiatan.
Selain itu, Festival Tabot di Bengkulu tahun 2024 juga memberikan perhatian khusus kepada penyandang disabilitas dan anak-anak dari panti asuhan.
Pemprov Bengkulu memastikan bahwa mereka akan mendapat fasilitas dan ruang yang memadai untuk turut serta dalam perayaan ini.
"Tahun ini kami persiapkan semeriah mungkin dengan memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas dan anak-anak panti asuhan untuk turut serta," lanjutnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan pelaksanaan acara yang lebih terstruktur dan terkoordinir, dengan harapan dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat.
Untuk melaksanakan kegiatan rutin tahunan ini, Pemprov Bengkulu mengalokasikan anggaran sebesar Rp 600 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bengkulu tahun 2024.
Dana tersebut dialokasikan langsung melalui kontrak dengan EO yang akan menjadi penyelenggara acara.
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, mengungkapkan bahwa penggunaan EO sebagai pelaksana festival bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan acara. Termasuk festival dan bazar yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
"Dengan adanya EO, kami berharap kegiatan festival dapat diselenggarakan dengan lebih baik, keamanan atau kamtibmas terjaga, dan pengelolaan sampah dapat lebih terkoordinir," ujar Rohidin pada Senin, 10 Juni 2024.
Selain itu, EO juga akan menyiapkan berbagai fasilitas umum untuk kenyamanan pengunjung, seperti tempat duduk penonton, musala, WC umum, serta fasilitas air minum isi ulang.
"Kami ingin masyarakat bisa datang ke acara dengan nyaman dan menikmati setiap kegiatan yang ada," tambah Rohidin.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp 600 juta yang diserahkan kepada EO mencakup seluruh persiapan dan pelaksanaan festival selama 10 hari.
Selain itu, anggaran sebesar Rp 100 juta juga dialokasikan untuk Keluarga Kerukunan Tabot (KKT) yang berperan penting dalam acara ini.
"Anggaran pelaksanaan Rp 600 juta diberikan kepada EO dan Rp 100 juta untuk KKT," kata Murlin.
Menurut Murlin, konsep festival tahun ini akan menampilkan corak khas budaya Bengkulu.
"EO akan menampilkan budaya Bengkulu yang kaya dan beragam dalam festival ini. Selain itu, fasilitas bagi penyandang disabilitas dan anak panti asuhan juga akan disediakan untuk memastikan mereka dapat menikmati acara," jelasnya.
Pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan festival tahun ini. Dengan menggunakan jasa EO, diharapkan masalah sampah dapat diatasi dengan lebih efektif.
"EO akan mengkoordinir petugas kebersihan dari berbagai latar belakang, termasuk relawan, untuk memastikan kebersihan selama festival berlangsung," tambah Murlin.
Festival Tabot yang merupakan peringatan atas peristiwa sejarah dan budaya penting bagi masyarakat Bengkulu, diharapkan dapat berlangsung dengan meriah dan lancar. Pemprov Bengkulu dan EO berkomitmen untuk menyelenggarakan acara ini dengan sebaik mungkin, memberikan pengalaman yang berkesan bagi pengunjung, dan menjaga warisan budaya yang berharga.
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, Festival Tabot 2024 diharapkan dapat menarik minat banyak wisatawan lokal maupun mancanegara, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Semua pihak berharap acara ini dapat menjadi momentum untuk menunjukkan kekayaan budaya Bengkulu kepada dunia. Sekaligus, mempererat kebersamaan dan persaudaraan di antara masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....