Beras Plastik: Hoaks Lama yang Selalu Berulang

  • 24 Okt 2023 18:56 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Masyarakat dunia maya dihebohkan dengan isu adanya beras plastik. Dalam. Sebuah video beredar seseorang menggumpal kan nasi seperti bola dan melemparnya ke lantai, nasi kemudian terlihat memantul.

Isu tersebut oleh sebagian pihak disebut benar adanya, karena hanya beras saat ini sedang mahal. Di tambah lagi Danya video lain yang memperlihatkan video pembuatan biji plastik yang diberi caption proses pembuatan beras plastik.

Faktanya nasi yang dikepal dengan padat memang akan sedikit memantul. Hal itu karena nasi yang melekat satu sama lain, karena mengandung amilosa dan amilopektin atau pati nasi.

Kominfo.go.id pun mengklarifikasi isu tersebut dengan menyatakan isu tersebut adalah hoaks atau bohong. Serupa dengan sejumlah media ternama lain di Indonesia.

Beberapa sumber artikel lain menyebut jika tidak mungkin ada beras plastik, hal itu karena biji plastik lebih mahal dari pada beras.

Tak hanya itu isu serupa sebenarnya terus berulang ulang di sebar luaskan oleh oknum tak bertanggung jawab. Tim cek fakta Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) bahkan pernah mengklarifikasi salah satu konten terkait beras plastik.

Konten pada media sosial memperlihatkan sebuah pabrik di China yang menghasilkan butiran kecil serupa beras. Setelah diamati, terlihat pada isi video tersebut sebuah karung berwarna putih dan oren bertuliskan kata “EVA”. Melalui pencarian gambar di Google, karung serupa juga di jual di situs jual beli online Alibaba.com dengan deskripsi produk “High quality cushion pads raw material virgin ethylene vinyl acetate copolymer EVA E180F granules”

Plastik ethylene vinyl acetate (EVA) merupakan salah satu plastik foam paling umum digunakan dan memiliki pengaplikasian yang beragam di berbagai industri karena berbagai kelebihannya. Pada video yang beredar tersebut menampilkan proses pengemasan EVA yang masih berbentuk kopolimer sehingga secara sekilas butiran-butiran putih tersebut mirip dengan beras.

Dapat diambil kesimpulan bahwa video yang beredar tersebut bukan merupakan proses pembuatan beras plastik, tetapi merupakan proses pengemasan kopolimer plastik ethylene vinyl acetate. Masyarakat diminta semakin bijak bermedia sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....