Rambutan Tidak Sebabkan Batuk, Justru Baik Untuk Bumil

  • 25 Jan 2026 00:37 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Rambutan merupakan buah tropis yang identik dengan kulit berambut. Daging buah yang kenyal dengan rasa manis segar membuat buah ini populer kala musimnya tiba.

Rasanya yang segar dan manis, membuat penggemar buah rambutan pun tidak sedikit. Belum lagi nutrisi di dalam rambutan juga beragam, mulai dari serat, vitamin, mineral, hingga antioksidan.

Namun, buah rambutan kerap dianggap sebagai penyebab penyakit batuk. Apakah benar rambutan dapat menyebabkan batu atau justru hanya sekadar mitos, berikut penjelasannya.

Faktanya, sejauh ini belum ada studi yang menunjukkan bahwa kandungan dalam buah rambutan bisa memicu batuk. Jadi, anggapan bahwa buah rambutan bikin batuk hanyalah mitos.

Keluhan batuk yang dialami sebagian orang mungkin karena kandungan gula tambahan pada rambutan, bisa dari rambutan kalengan ataupun olahan rambutan seperti asinan. Nah, gula tambahan inilah yang diduga menyebabkan radang pada tenggorokan dan memicu batuk.

Namun, batuk setelah makan rambutan bisa berbeda-beda, tergantung kondisi setiap orang, ada orang yang sehat konsumsi rambutan mungkin tidak menimbulkan keluhan sama sekali. Sementara pada orang yang sedang batuk, gula tambahan pada olahan rambutan dapat menempel di tenggorokan dan memperburuk batuk.

Meski tidak terbukti dapat menyebabkan batuk, buah rambutan terkadang bisa menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang. Ini bisa membuat tenggorokan kering dan gatal, sehingga kerap menyebabkan batuk, namun hal ini jarang terjadi.

Secara umum, penyebab batuk yang lebih umum adalah karena infeksi, seperti flu dan ISPA iritasi saluran napas, serta paparan polusi atau iritan berlebihan, bukan karena makan rambutan.

Berikut Tips Sehat Makan Rambutan

Di balik mitos makan rambutan bikin batuk, buah yang tumbuh subur di Indonesia, Malaysia, hingga Thailand ini kaya akan nutrisi penting, seperti serat untuk melancarkan pencernaan, vitamin C yang dapat memperkuat daya tahan tubuh, serta asam folat untuk kesehatan ibu hamil dan janin dan mencegah anemia.

Walaupun manis, kalori dalam buah rambutan tergolong rendah, yakni 75 kalori per 100 gramnya. Jadi, rambutan aman dikonsumsi bagi yang sedang berusaha menurunkan atau mengontrol berat badan.

Meski kaya akan nutrisi dan manfaat, tetaplah bijak dalam mengonsumsi rambutan. Pasalnya, selain bisa memperburuk batuk, buah rambutan juga bisa menimbulkan gangguan pencernaan, seperti perut kembung, bergas, dan kram, pada orang yang sensitif.

Selain itu, walau jarang terjadi, rambutan juga bisa memicu reaksi alergi bagi sebagian orang. Jadi, apabila Anda mengalami gatal-gatal pada mata dan kulit atau tenggorokan terasa bengkak, segera hentikan konsumsi rambutan dan konsultasikan langsung dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Perlu diingat pula, bagi penderita diabetes yang ingin makan buah berdaging putih ini, ada baiknya tanyakan dulu dengan dokter untuk mengetahui porsi rambutan yang aman sesuai dengan kondisi kesehatan Anda ya.

Sumber Alodokter

Rekomendasi Berita