Sejak Kapan Tahun Baru Dirayakan Setiap 1 Januari?
- 31 Des 2025 20:54 WIB
- Bengkulu
Setiap malam tanggal 31 Desember, miliaran orang di seluruh dunia bersiap menghitung mundur menuju pergantian tahun. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa tahun baru dimulai pada 1 Januari? Mengapa tidak saat musim semi berbunga atau saat posisi matahari berubah?
Sejarah penetapan 1 Januari sebagai awal tahun ternyata melewati proses politik dan astronomi yang panjang, melibatkan kaisar Romawi hingga Paus.
1. Bermula dari Kalender Romawi Kuno
Pada awalnya, kalender Romawi kuno hanya terdiri dari 10 bulan (304 hari) dan dimulai pada bulan Maret. Itulah alasan mengapa bulan September hingga Desember memiliki akar kata angka Latin yang "salah" jika dihitung sekarang:
September (Septem = 7)
Oktober (Octo = 8)
November (Novem = 9)
Desember (Decem = 10)
Musim dingin saat itu dianggap sebagai periode "tanpa bulan" karena tidak ada aktivitas pertanian atau militer.
2. Peran Janus, Dewa Dua Wajah
Sekitar tahun 700 SM, Raja Roma kedua, Numa Pompilius, menambahkan bulan Januari dan Februari. Nama Januari diambil dari Janus, dewa pintu dan gerbang dalam mitologi Romawi.
Janus memiliki dua wajah: satu menatap ke masa lalu dan satu lagi menatap ke masa depan. Hal ini menjadikannya simbol yang sempurna untuk awal sebuah tahun. Pada tahun 153 SM, 1 Januari mulai digunakan secara resmi oleh para pejabat sipil Romawi sebagai hari pertama mereka menjabat.
3. Reformasi Julius Caesar (Kalender Julian)
Penetapan 1 Januari semakin permanen ketika Julius Caesar memperkenalkan Kalender Julian pada tahun 46 SM. Atas saran ahli astronomi, Caesar menyelaraskan kalender dengan matahari. Ia menetapkan 1 Januari sebagai awal tahun yang resmi untuk menghormati Janus.
4. Sempat Berubah di Abad Pertengahan
Menariknya, tradisi ini sempat hilang. Selama Abad Pertengahan di Eropa, gereja Kristen menganggap perayaan tahun baru pada 1 Januari sebagai hal yang tidak religius (pagan). Banyak negara mengganti awal tahun dengan tanggal-tanggal yang memiliki makna keagamaan, seperti:
25 Maret (Hari Pengumuman Kabar Sukacita)
25 Desember (Natal)
5. Kalender Gregorian: Standar Global
Sistem ini kembali berubah pada tahun 1582, ketika Paus Gregorius XIII memperkenalkan Kalender Gregorian untuk memperbaiki kesalahan perhitungan pada Kalender Julian. Paus mengembalikan 1 Januari sebagai hari pertama tahun baru.
Meskipun negara-negara Katolik langsung mengadopsinya, negara-negara Protestan dan Ortodoks baru mengikuti bertahun-tahun kemudian (Inggris baru beralih pada 1752). Seiring waktu, karena pengaruh kolonialisme dan perdagangan global, kalender ini menjadi standar internasional yang kita gunakan hingga hari ini.