Jamur Bukan Tumbuhan: Pahami Kingdom Fungi yang Unik

  • 30 Nov 2025 21:02 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Selama ini, banyak orang keliru menganggap jamur sebagai bagian dari kerajaan tumbuhan (Kingdom Plantae) karena bentuknya yang tumbuh di tanah atau batang kayu. Namun, dalam ilmu biologi modern, jamur telah dipastikan memiliki kerajaannya sendiri, yaitu Kingdom Fungi.

Keputusan memisahkan jamur dari tumbuhan didasarkan pada perbedaan mendasar dalam struktur sel dan cara memperoleh makanan. Para ahli biologi menekankan bahwa jamur memiliki karakteristik unik yang membuatnya berbeda dari tumbuhan maupun hewan.

Perbedaan Utama dengan Tumbuhan

Alasan utama jamur tidak diklasifikasikan sebagai tumbuhan adalah karena jamur tidak memiliki klorofil.

  • Bukan Autotrof (Tidak Berfotosintesis): Tumbuhan bersifat autotrof, artinya dapat menghasilkan makanan sendiri melalui fotosintesis menggunakan klorofil. Sebaliknya, jamur bersifat heterotrof, yang berarti mereka harus memperoleh nutrisi dari sumber eksternal, mirip dengan hewan.

  • Cara Makan yang Unik: Jamur mencerna makanan di luar tubuhnya dengan melepaskan enzim, kemudian menyerap molekul nutrisi yang sudah terurai.

  • Dinding Sel Berbeda: Dinding sel tumbuhan tersusun dari selulosa, sedangkan dinding sel jamur tersusun dari kitin, sebuah zat yang juga ditemukan pada cangkang luar serangga (artropoda).

Kingdom Fungi: Sebuah Kerajaan Tersendiri

Jamur termasuk organisme eukariotik (memiliki membran inti) yang hidup sebagai uniseluler (bersel tunggal, seperti ragi) atau multiseluler (bersel banyak, seperti jamur payung). Mereka berkembang biak melalui spora.

Dengan karakteristik biologis yang berbeda, jamur layak berdiri sebagai kingdom tersendiri. Ilmuwan bahkan menyatakan bahwa secara genetik, jamur memiliki kekerabatan yang lebih dekat dengan hewan daripada tumbuhan.

Pentingnya Jamur

Meskipun bukan tumbuhan, jamur memegang peran ekologis yang sangat vital. Jamur adalah dekomposer utama di alam, yang mengurai materi organik mati sehingga nutrisi dapat didaur ulang kembali ke lingkungan. Selain itu, banyak jenis jamur yang dimanfaatkan manusia sebagai sumber makanan bergizi dan juga dalam bidang medis (misalnya, sebagai sumber antibiotik penisilin).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....