Laba-laba 'Terbang' Menggunakan Medan Listrik Bumi
- 31 Okt 2025 23:01 WIB
- Bengkulu
KBRN, BENGKULU: Sebuah misteri alam yang telah membingungkan para ilmuwan selama berabad-abad, termasuk Charles Darwin, kini mulai terpecahkan. Fenomena 'ballooning', di mana laba-laba tanpa sayap dapat melayang dan melakukan migrasi massal melintasi jarak yang sangat jauh, ternyata bukan hanya mengandalkan hembusan angin semata. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa laba-laba menggunakan medan listrik atmosfer untuk mengudara.
Mengubah Benang Sutra Menjadi 'Sayap' Listrik
Para peneliti dari Universitas Bristol, Inggris, menemukan bahwa laba-laba dapat mendeteksi dan merespons Atmospheric Potential Gradient (APG), sirkuit listrik global yang selalu ada di atmosfer. Laba-laba memanfaatkan fenomena ini dengan cara yang cerdas:
Mengeluarkan Benang Sutra: Ketika laba-laba ingin terbang, mereka memanjat ke tempat yang tinggi (seperti pucuk rumput atau ranting) dan menjulurkan perutnya ke udara, melepaskan untaian benang sutra tipis.
Muatan Negatif: Benang sutra ini memiliki muatan listrik negatif yang dihasilkan oleh kontak dengan benda-benda di permukaan Bumi.
Gaya Tolak-Menolak: Benang sutra yang bermuatan negatif ini berinteraksi dengan medan listrik atmosfer yang secara umum memiliki muatan positif. Sesuai prinsip listrik, muatan yang sama akan tolak-menolak dan muatan yang berlawanan akan tarik-menarik. Interaksi ini memberikan gaya angkat yang cukup untuk mengangkat laba-laba ke udara, bahkan ketika tidak ada angin.
Bukti Eksperimental yang Kuat
Dalam eksperimen terkontrol di laboratorium, para peneliti menempatkan laba-laba di sebuah kotak tertutup tanpa aliran udara dan mengaktifkan medan listrik vertikal yang meniru APG Bumi. Hasilnya, laba-laba menunjukkan perilaku 'tiptoeing' (berdiri di ujung kaki) dan berhasil lepas landas hanya dengan adanya medan listrik. Ketika aliran listrik dimatikan, laba-laba tersebut langsung jatuh.
Temuan ini membuktikan bahwa medan listrik cukup untuk memicu dan memberikan daya angkat untuk ballooning, menjadikannya salah satu mekanisme penting, di samping angin, yang memungkinkan laba-laba menjadi 'penerbang' ulung di alam.
Penelitian ini tidak hanya mengungkapkan rahasia penerbangan laba-laba, tetapi juga membuka potensi aplikasi baru dalam teknologi robotika kecil atau mikrorobot di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....