Mengenal Tanaman yang Hanya Sekali Berbuah

  • 27 Mei 2025 22:58 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu : Dalam dunia botani, ada kelompok tanaman unik yang hanya berbuah sekali dalam hidupnya, lalu mati.

Mereka disebut tanaman monokarpik. Setelah menghabiskan seluruh energi untuk berbunga dan berbuah, tanaman ini tak bisa hidup kembali.

Beberapa dari mereka bisa hidup bertahun-tahun sebelum akhirnya menghasilkan buah satu-satunya.

Berikut adalah daftar tanaman monokarpik yang menarik untuk diketahui:

- Bambu

Banyak jenis bambu baru berbunga setelah 20 hingga 120 tahun. Uniknya, seluruh rumpun bambu bisa berbunga secara serempak, lalu mati bersama-sama.

- Agave (Century Plant)

Tumbuhan gurun ini berbunga hanya sekali setelah 10–30 tahun hidup, lalu mati. Namun sebelum itu, biasanya agave menghasilkan anakan di sekitarnya.

- Talipot Palm (Corypha umbraculifera)

Salah satu pohon palem terbesar, yang bisa hidup hingga 80 tahun. Setelah mengeluarkan jutaan bunga dalam satu kali mekar, pohon ini akan mati.

- Neelakurinji (Strobilanthes kunthiana)

Tumbuhan langka dari India Selatan ini hanya berbunga sekali setiap 12 tahun, lalu mati. Saat berbunga, lereng pegunungan akan berubah warna menjadi ungu kebiruan.

- Pisang

Pisang termasuk tanaman monokarpik. Setelah menghasilkan tandan buah, batang utama pohon pisang akan mati. Namun, tanaman ini cepat tumbuh kembali lewat tunas anakan (suckers) dari pangkal batang, sehingga terlihat seolah tidak pernah mati.

- Puya raimondii

Tanaman khas Andes ini dikenal sebagai "Queen of the Andes". Ia bisa tumbuh selama lebih dari 100 tahun sebelum berbunga dan mati. Tingginya bisa mencapai 10 meter saat berbunga.

- Cardiocrinum giganteum

Dikenal sebagai lily raksasa Himalaya, tanaman ini menghasilkan bunga megah setelah bertahun-tahun tumbuh, lalu mati setelah berbunga.

Tanaman-tanaman ini memilih strategi hidup unik: berinvestasi besar-besaran dalam satu masa reproduksi untuk menjamin kelangsungan spesies mereka. Meskipun hanya berbunga atau berbuah sekali, banyak dari mereka menghasilkan benih atau tunas baru untuk melanjutkan generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....