Program Alternatif Nelayan Alor Selamatkan Hiu Tikus

  • 20 Apr 2025 17:55 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, BENGKULU - Sebuah inisiatif konservasi berbasis masyarakat di Alor, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam upaya melindungi hiu tikus pelagis (Alopias pelagicus), salah satu spesies laut yang terancam punah. Program ini berhasil menurunkan tingkat penangkapan hiu tersebut hingga 91%, sekaligus meningkatkan taraf hidup sebagian nelayan lokal.

Dikutip dari gnfi pada Minggu (20/2/2025) Dari 27 nelayan yang sebelumnya aktif menangkap hiu, sembilan orang bersedia mengalihkan kegiatan mereka ke usaha alternatif. Sebagai imbalannya, mereka menerima dukungan berupa alat tangkap ramah lingkungan, modal usaha, dan pelatihan keterampilan. Hasilnya cukup signifikan: sebagian peserta mengalami peningkatan pendapatan hingga lebih dari lima kali lipat dibanding penghasilan mereka sebelumnya dari menangkap hiu.

Meski begitu, perjalanan tidak selalu mudah. Beberapa peserta menghadapi tantangan sosial dan pribadi, termasuk tekanan dari lingkungan sekitar yang belum tentu mendukung perubahan ini. Namun secara keseluruhan, partisipasi mereka hanya menyumbang 9% dari total tangkapan hiu selama periode Agustus 2021 hingga November 2023 sebuah penurunan drastis yang menjadi indikator keberhasilan pendekatan ini.

Hiu tikus pelagis sendiri merupakan spesies yang sangat rentan terhadap eksploitasi, terutama karena nilai ekonomisnya di pasar lokal. Sebagai negara penangkap hiu terbesar di dunia, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan kebutuhan ekonomi masyarakat pesisir dengan upaya pelestarian laut.

Studi ini mempertegas bahwa konservasi berbasis komunitas bukan hanya memungkinkan, tetapi juga efektif asalkan dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi jangka panjang antara masyarakat lokal, LSM, peneliti, dan pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program seperti ini. Selain itu, regulasi yang mendukung serta pendekatan yang peka terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat menjadi kunci keberhasilan upaya konservasi di wilayah pesisir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....