Panjat Pinang: Dari Jejak Kolonial hingga Simbol Kebersamaan HUT RI

  • 18 Agt 2026 06:21 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu : Setiap perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, lomba panjat pinang hampir selalu menjadi tontonan yang dinanti. Batang pinang yang licin, hadiah yang menggantung di puncak, serta aksi peserta yang saling membantu sukses menghadirkan suasana meriah. Namun, di balik keseruannya, panjat pinang ternyata memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan masa kolonial.

Sejumlah sumber sejarah menyebutkan bahwa permainan serupa panjat pinang telah dikenal di Tiongkok dan kemudian berkembang di Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Di Hindia Belanda, permainan ini dikenal dengan istilah de Klimmast, yang berarti memanjat tiang. Permainan tersebut kerap digelar dalam berbagai acara besar, termasuk pesta, pernikahan, kenaikan jabatan, hingga perayaan ulang tahun Ratu Belanda.

Pada masa itu, peserta lomba umumnya berasal dari kalangan pribumi, sementara masyarakat Belanda menjadi penonton. Hadiah yang diperebutkan pun berbeda dengan sekarang. Bahan makanan seperti gula, tepung, beras, roti, keju hingga pakaian menjadi barang yang menarik untuk diperebutkan karena memiliki nilai tinggi bagi masyarakat pribumi pada masa tersebut.

Setelah Indonesia merdeka, makna panjat pinang perlahan berubah. Permainan yang dahulu memiliki latar belakang hiburan pada masa kolonial kemudian diadopsi masyarakat sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan. Panjat pinang pun tidak lagi sekadar perlombaan untuk mendapatkan hadiah, tetapi menjadi ruang berkumpul dan bersuka cita bagi masyarakat setiap bulan Agustus.

Hal menarik dari panjat pinang terletak pada cara mencapai puncak. Tidak mungkin seorang peserta menyelesaikan tantangan sendirian dengan mudah. Mereka harus bekerja sama, menyusun strategi, saling menopang dan membantu anggota tim untuk mencapai hadiah di atas. Karena itu, lomba ini kemudian lekat dengan nilai gotong royong, kerja sama, perjuangan dan pantang menyerah.

Kini, panjat pinang telah menjadi salah satu ikon lomba rakyat dalam perayaan HUT RI. Dari lapangan desa hingga kawasan perkotaan, masyarakat menghadirkan tradisi ini dengan berbagai variasi hadiah dan cara penyelenggaraan. Jejak masa lalunya memang tidak sederhana, tetapi masyarakat Indonesia berhasil memberikan makna baru yang lebih dekat dengan semangat kebersamaan dan kegembiraan dalam merayakan kemerdekaan.

Sumber : Buku Hiburan Masa Lalu dan Tradisi Lokal karya Fandy Hutari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....