Destita Dorong Rumah Maestro Alcala Zamora Jadi Galeri Seni Kain Besurek

  • 10 Agt 2026 15:08 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Anggota DPD RI/MPR RI Apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., mendorong rumah almarhum maestro Kain Besurek, Alcala Zamora, di Jalan Danau Dendam Tak Sudah, Kota Bengkulu, dikembangkan menjadi galeri seni. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan internalisasi kria dan wastra bertema “Kain Besurek, Warisan Budaya Kita untuk Nusantara” yang digelar Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VII Bengkulu, Senin 10 Agustus 2026.

Senator Destita mengapresiasi BPK Bengkulu yang memilih kediaman almarhum Alcala Zamora sebagai lokasi kegiatan untuk mengenalkan dan melestarikan Kain Besurek. Menurutnya, rumah maestro tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang dapat dikembangkan menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kain Besurek merupakan salah satu budaya Bengkulu yang perlu kita jaga dan lestarikan, terutama dari generasi muda. Harapannya kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan dan berkesinambungan,” kata Anggota Komite III itu.

Ia menilai pengembangan rumah maestro menjadi galeri seni juga dapat memberikan manfaat lebih luas bagi Kota Bengkulu. Selain menjadi ruang untuk memperkenalkan karya dan sejarah Kain Besurek, keberadaan galeri tersebut berpotensi mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Apoteker Lulusan Universitas Indonesia itu mengatakan rencana tersebut perlu ditindaklanjuti bersama Pemerintah Kota Bengkulu dan pihak terkait. Menurutnya, aset budaya yang sudah ada perlu dioptimalkan agar tidak hanya menjadi peninggalan, tetapi dapat menjadi ruang publik yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Senator Destita saat melihat langsung koleksi Almharhum Alcala Zamora dalam kegiatan internalisasi kria dan wastra yang digelar Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VII Bengkulu, Senin 10 Agustus 2026.

Ahli waris sekaligus adik almarhum Alcala Zamora, Ir. Ahmad Nezar, mengatakan pihak keluarga terbuka terhadap rencana menjadikan rumah tersebut sebagai galeri seni. Ia menyebut gagasan itu sebenarnya merupakan cita-cita almarhum semasa hidup.

“Ini sebenarnya cita-cita almarhum dulu mau dijadikan galeri. Kami minta kalau bisa Pemerintah Kota, terutama, menjadikan ini galeri,” ujar Nezar.

Ia menegaskan, pihak keluarga tidak bermaksud menyerahkan rumah dan lahan tersebut secara cuma-cuma. Namun, keluarga membuka peluang adanya pengalihan atau pemanfaatan dengan penawaran yang layak, termasuk lahan di sebelah rumah yang dapat digunakan untuk kebutuhan parkir.

Menurutnya, pihak keluarga juga bersedia menyerahkan berbagai peninggalan dan koleksi karya almarhum untuk mendukung keberadaan galeri tersebut. Koleksi itu, kata dia, tidak semata-mata dinilai berdasarkan rupiah karena memiliki nilai sejarah dan menjadi bagian dari warisan karya almarhum.

Nezar mengatakan kondisi rumah hingga kini masih dirawat meski almarhum telah meninggal dunia. Perawatan dilakukan dengan bantuan tetangga yang secara rutin membersihkan rumah, merawat tanaman, serta memastikan lampu dan kondisi rumah tetap terjaga.

Ia menyebut sebagian besar karya dan barang peninggalan almarhum masih berada di rumah tersebut. Koleksi yang tersisa antara lain lukisan, berbagai barang karya seni, serta sejumlah patung yang menjadi bagian penting dari perjalanan almarhum sebagai seniman.

Menurut Nezar, almarhum memang memiliki latar belakang seni patung. Salah satu karya yang turut menjadi perhatian adalah patung Dol yang berada di kawasan Bank Indonesia Bengkulu.

Nezar berharap karya patung Dol tersebut dapat dikembalikan pada bentuk dan warna aslinya. Ia menilai patung tersebut sebaiknya tetap berwarna hitam dan tidak berulang kali diubah warnanya, sehingga karakter asli karya almarhum tetap terjaga.

Sementara itu, Kepala BPK Wilayah VII Bengkulu Iskandar Mulia Siregar mengatakan pemilihan rumah almarhum Alcala Zamora sebagai lokasi kegiatan diarahkan untuk menghidupkan kembali ruang seni tersebut. Ia berharap kegiatan internalisasi kria dan wastra dapat menjadi bagian dari upaya menjadikan rumah maestro sebagai galeri seni Kota Bengkulu.

“Yang luar biasa kali ini adalah lokusnya. Kita tetapkan di rumah maestro Kain Besurek kita, dengan harapan selain internalisasi terlaksana, ini juga menjadi aktivasi untuk menjadikan rumah beliau sebagai galeri seni Kota Bengkulu,” ujar Iskandar.

Asisten Setda Pemerintah Kota Bengkulu Tony Alfian menambahkan pemerintah daerah menyambut baik gagasan tersebut. Ia mengatakan rumah almarhum Alcala Zamora memiliki nilai penting sebagai bagian dari jejak karya seorang maestro yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Tony menyebut Pemkot Bengkulu akan membahas langkah lanjutan terkait pemanfaatan rumah tersebut bersama pihak keluarga dan pemangku kepentingan. Menurutnya, lokasi itu dapat dikembangkan sebagai ruang seni sekaligus destinasi wisata budaya yang memiliki ciri khas tersendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....