Kampanye Kreatif Medsos Warnai Hari Jamu Nasional 2026

  • 23 Mei 2026 11:46 WIB
  •  Bengkulu
Poin Utama
  • Hari Jamu Nasional (HJN) diperingati setiap tanggal 27 Mei sebagai bentuk apresiasi sekaligus melestarikan minuman kesehatan herbal tradisional asli Indonesia.
  • BPOM menggelar Lomba Konten Kreatif dengan tema “Jamu Aman Dari Bahan Kimia Obat (BKO)” dalam rangka merayakan Hari Jamu Nasional 2026.
  • Konten edukasi kesehatan di media sosial berhasil menarik minat generasi muda untuk menjaga warisan budaya ini.

RRI.CO.ID, Bengkulu - Hari Jamu Nasional (HJN) diperingati setiap tanggal 27 Mei sebagai bentuk apresiasi sekaligus melestarikan minuman kesehatan herbal tradisional asli Indonesia. Pada peringatan tahun 2026, promosi tradisi luhur ini pun gencar dilakukan melalui konten kreatif di berbagai media sosial.

Sebagai badan resmi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) turut mendukung kampanye kreatif tersebut. BPOM menggelar Lomba Konten Kreatif dengan tema “Jamu Aman Dari Bahan Kimia Obat (BKO)”.

Kompetisi audio visual yang edukatif dan interaktif ini, BPOM mengajak generasi muda menunjukkan gaya hidup sehat dengan jamu yang aman dari BKO. Ajakan ini juga berisi pesan untuk menghindari konsumsi produk mengandung BKO.

Langkah kreatif tersebut cukup efektif dalam mempromosikan kembali eksistensi warisan budaya takbenda milik Nusantara. Lewat konten dan edukasi herbal ini, membuat perayaan HJN terasa meriah.

Sejarah mencatat bahwa peringatan penting ini pertama kali dicanangkan di Istana Negara pada tahun 2008 silam. Momentum bersejarah tersebut diresmikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai wujud kebangkitan jamu nasional.

Setelah penetapan hari nasional tersebut, pemerintah Indonesia melakukan langkah nyata secara hukum dan akademis untuk menjaga keberlanjutan industri jamu. Pemerintah memasukkan pengobatan serta perawatan herbal ke dalam regulasi resmi melalui Pasal 48 Ayat 1 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Kemudian pada tahun 2010, Universitas Indonesia resmi membuka Program Magister Herbal Indonesia demi mendukung standarisasi riset ilmiah jamu. Industri ini semakin diperkuat setelah budaya sehat jamu resmi diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage) dunia pada 6 Desember 2023.

Di era digital, tradisi minum jamu tetap eksis berkat inovasi kemasan modern yang praktis dan siap minum. Konten edukasi kesehatan di media sosial juga berhasil menarik minat generasi muda untuk menjaga warisan budaya ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....