Perayaan Idul Fitri di Jerman Berbeda Jauh dengan Tradisi di Bengkulu

  • 21 Mar 2026 21:16 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Perayaan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia, khususnya di Bengkulu, memiliki nuansa yang sangat khas dan penuh tradisi. Namun, suasana tersebut ternyata sangat berbeda jika dibandingkan dengan perayaan Idul Fitri di luar negeri, seperti di Jerman. Perbedaan ini dirasakan langsung oleh para pekerja migran Indonesia (PMI) yang merayakan hari kemenangan jauh dari tanah air.

Salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Bengkulu, Asnoldi, melalui line Telpon (Sabtu, 21 Maret 2026) mengungkapkan bahwa pelaksanaan Idul Fitri di Jerman jauh berbeda dibandingkan di Indonesia. Ia menyebutkan, umat Muslim di sana melaksanakan Sholat Idul Fitri di KJRI Hamburg, bahkan pelaksanaannya lebih dulu dilakukan pada 20 Maret 2026.

Selain itu, nuansa Idul Fitri di Jerman tidak begitu terasa di ruang publik. Menurut Asnoldi, suasana di pusat perbelanjaan maupun tempat-tempat keramaian tidak mencerminkan atmosfer Ramadan maupun Idul Fitri seperti yang biasa ditemui di Bengkulu. Hal ini tentu berbeda dengan kondisi di Indonesia yang penuh dengan ornamen dan kemeriahan khas Lebaran.

Ia juga menambahkan, tradisi yang biasa dilakukan masyarakat Bengkulu, seperti gema beduk di masjid-masjid dan kebiasaan saling berkunjung tanpa pemberitahuan, tidak ditemukan di sana. Di Jerman, budaya silaturahmi tetap ada, namun harus dilakukan dengan perencanaan dan membuat janji terlebih dahulu sebelum berkunjung.

Meski berada di tengah keterbatasan suasana dan tetap harus bekerja, Asnoldi mengaku tetap berusaha merayakan Idul Fitri dengan penuh makna. Ia bahkan harus mengambil izin libur secara khusus untuk dapat merasakan momen Lebaran, mengingat tidak adanya cuti bersama seperti yang berlaku di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....