Keripik Jahe Merah dari Desa Pasar Pedati
- 22 Agt 2024 14:16 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu - Desa Pasar Pedati, Bengkulu, telah melahirkan sebuah usaha yang menjanjikan dengan nama Keripik Jahe Merah (KEJAM). Usaha ini dimulai dari inisiatif Ibu Aseni, pemilik usaha, yang awalnya membuat jahe instan saat pandemi COVID-19 untuk membantu para tetangga. Setelah pandemi selesai, harga jahe anjlok sehingga Ibu Aseni berinisiatif untuk membuat keripik jahe yang tahan lama dan bisa dijadikan snack.
>Latar Belakang dan Inisiatif
Pada awalnya, Ibu Aseni membuat jahe instan sebagai bentuk bantuan kepada masyarakat selama pandemi COVID-19. Namun, setelah pandemi berakhir, harga jahe anjlok secara signifikan. Dengan inisiatif yang kuat, Ibu Aseni memutuskan untuk mengembangkan usaha keripik jahe yang tahan lama dan memiliki rasa yang beragam, seperti gurih, pedas, dan manis. KEJAM juga memiliki khasiat untuk mengurangi mual, membuatnya menjadi pilihan yang ideal sebagai snack.
Bahan Baku dan Proses Pembuatan
Bahan baku jahe untuk KEJAM diperoleh dari petani lokal dengan harga yang lebih murah daripada pasar. Proses pembuatan KEJAM meliputi beberapa tahap penting, yaitu:
1. Pencucian: Jahe dibersihkan dari kotoran dan tanah.
2. Pengupasan: Kulit luar jahe dihilangkan untuk mendapatkan rimpang yang bersih.
3. Pemotongan: Jahe dipotong menjadi ukuran yang sesuai untuk proses selanjutnya.
4. Penghancuran: Jahe dihancurkan menjadi potongan-potongan kecil.
5. Pencampuran dengan Kelapa Parut: Jahe dicampur dengan kelapa parut untuk meningkatkan rasa dan tekstur.
6. Penggorengan: Campuran jahe dan kelapa parut digoreng hingga matang.
7. Penambahan Gula dan Bubuk Jahe: Setelah digoreng, jahe ditambahkan gula dan bubuk jahe untuk memberikan rasa manis dan aroma yang khas.
>Pemasaran dan Pengembangan
KEJAM dikemas dalam bentuk gulungan yang elegan dan dapat ditambah dengan berbagai rasa seperti keju. Produk ini telah dipasarkan hingga ke Pati, Jawa Tengah, Tangerang, Pekanbaru, dan galeri-galeri di Bengkulu. Omset usaha tergantung pada adanya event atau pesanan, dengan omset tertinggi mencapai 2 juta rupiah per bulan.
Selain itu, Ibu Aseni juga memberikan pelatihan pembuatan KEJAM kepada kelompok wanita tani (KWT) di Bengkulu Tengah. Dengan demikian, usaha ini tidak hanya membantu meningkatkan perekonomian lokal tetapi juga memberikan peluang kerja bagi masyarakat setempat.
>Penghargaan dan Harapan
Usaha KEJAM telah mendapatkan penghargaan dari Bupati Bengkulu Tengah sebagai produk unggulan. Harapan Ibu Aseni adalah agar KEJAM dapat menjadi produk unggulan Desa Pasar Pedati dan mengangkat nama desa melalui UMKM. Dengan dedikasi dan inovasi, KEJAM siap menjadi salah satu contoh sukses dalam pengembangan UMKM di daerah tersebut.
Dengan demikian, KEJAM tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi Ibu Aseni dan keluarganya tetapi juga menjadi simbol keberhasilan dalam mengembangkan usaha kecil menengah di Desa Pasar Pedati, Bengkulu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....