Batubara Dominasi Ekspor Bengkulu

  • 04 Agt 2024 12:38 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, BENGKULU: Badan Pusat Statistik (BPS) Bengkulu mencatat ada peningkatan nilai ekspor Bengkulu pada bulan Juni 2024, yakni mencapai US$ 9,96 juta atau mengalami kenaikan sebesar 6,97 persen jika dibandingkan dengan bulan Mei 2024 yang tercatat sebesar US$ 9,31 juta.

Berdasarkan tujuan, ekspor Provinsi Bengkulu pada bulan Juni 2024 yang menuju negara ASEAN tercatat sebesar US$ 5,57 juta (55,96 persen), dan negara lainnya tercatat sebesar US$ 4,39 juta (44,04 persen).

Menurut negara utama tujuan ekspor, ekspor terbesar Provinsi Bengkulu pada bulan Juni 2024 yaitu ke Kamboja sebesar US$ 4,29 juta (43,13 persen), Tiongkok sebesar US$ 3,61 juta (36,30 persen), Malaysia sebesar US$ 1,28 juta (12,83 persen), dan negara lainnya sebesar US$ 0,77 juta (7,74 persen).

Lantas, komoditas apa saja yang diekspor dari Bengkulu ke sejumah negara tersebut?

Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal menjelaskan komoditas yang diekspor ke Kamboja pada Juni 2024 adalah batubara; ke Tiongkok adalah batubara; dan Malaysia yaitu batubara dan paket pos. "Sedangkan komoditas yang diekspor ke negara lainnya yaitu batubara, lintah, serangga, dan lainnya," kata Win Rizal.

Win Rizal menambahkan, neraca perdagangan Provinsi Bengkulu bulan Juni 2024 mengalami surplus sebesar US$ 9,96 juta. Sementara neraca perdagangan Provinsi Bengkulu bulan Juni 2023 mengalami surplus sebesar US$ 22,82 juta.

Selama bulan Juni 2022-Juni 2024, neraca perdagangan tertinggi terjadi pada bulan April 2022 yaitu surplus sebesar US$ 42,18 juta. Selanjutnya bulan Oktober 2022 yang tercatat surplus US$ 35,06 juta dan bulan Mei 2023 yang tercatat surplus US$ 34,88 juta. Sedangkan neraca perdagangan terendah terjadi pada bulan Januari 2022 yang tercatat mengalami surplus mencapai US$ 4,42 juta.

"Jika dibandingkan dengan Juni 2023, neraca perdagangan Provinsi Bengkulu pada bulan Juni 2024 mengalami penurunan sebesar sebesar 56,37 persen. Sedangkan jika dibandingkan

dengan Juni 2022 yang tercatat surplus US$ 33,46 juta, neraca perdagangan Provinsi Bengkulu pada Juni 2024 mengalami penurunan sebesar 70,00 persen," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....